News Room, Selasa ( 23/11 ) Dalam rangka sinkronisasi program, khususnya terkait dengan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Sumenep, Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Sumenep mengumpulkan sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait pelaksanaan program tersebut, yang berlangsung di Aula Bappeda Kabupaten Sumenep, Selasa (23/11). Menurut Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Sumenep, yang juga sebagai Wakil Bupati Sumenep, Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Si mengungkapkan, Rencana Program Jangka Menengah (RPJM) Nasional, tahun depan akan dilaksanakan. Karena itu, rencana program Propinsi hingga Kabupaten, khususnya dalam rangka penanggulangan kemiskinan, harus senyawa. “Karena itu, diharapkan untuk program pengentasan kemiskinan yang akan dilaksanakan tahun berikutnya, semua SKPD yang ada, bisa kerja bareng,”ujarnya. Dijelaskan, ada 3 tahap kategori kemiskinan yang menjadi sasaran untuk di entas, yakni mendekati miskin, masyarakat miskin dan sangat miskin. Dan, sekitar 16 persen masyarakat miskin di Kabupaten Sumenep menjadi tanggung jawab Propinsi. Jadi, semua ditanggung Jawa Timur, mulai dari Jamkesmas, Jamkesda, Program Keluarga Harapan (PKH) dan Biaya Operasional Sekolah (BOS). Sementara Pemerintah Kabupaten Sumenep juga mempersiapkan 60 persen program penanggulangan kemiskinan, mulai dari JPS Mandiri, serta berbagai kegiatan yang dilaksanakan Satker terkait. Seperti halnya pembangunan makadam yang melalui Disnakertrans, pembangunan padat karya melalui Dinas PU. Cipta Karya, dan PU. Bina Marga, Dinas Pertanian dan sebagainya. Mantan Kepala Bappeda Sumenep ini mengaku, sangat bersyukur Kabupaten Sumenep tahun ini mendapat sekitar Rp. 35 milyar lebih kepada 309 Desa di 25 Kecamatan, melalui pelaksanaan PNPM Mandiri Pedesaan yang digulirkan melalui anggaran pusat, dan 20 persen anggaran ditambah melalui APBD Kabupaten Sumenep. Sedangkan 2 Kecamatan lainnya, yakni Kota Sumenep dan Kecamatan Kalianget mendapat dana PNPM Mandiri Perkotaan. Ditambahkan, saat ini pihaknya juga berupaya untuk melaksanakan harapan Gubernur Jawa Timur, untuk menciptakan pembangunan segitiga besi. Yakni, upaya menciptakan suasana yang aman dan nyaman, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ( Ren, Esha )