Media Center, Kamis ( 03/05 ) Sejumlah siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat di Sumenep, Madura, Jawa Timur, terlihat melakukan aksi konvoi sebagai tanda kelulusan dengan menggunakan sepeda motor dan corat-coret baju di jalan, Kamis (03/05).
Aksi konvoi tersebut terjadi di jalan menuju Wisata Religi Asta Tinggi. Para siswa datang dari arah Desa menuju Kota. Namun sesampainya di Kota, mereka terlihat berpencar. Ada yang masuk ke Jalan Trunojoyo, adapula yang masuk ke salah satu gang Jalan KH. Wahid Hasyim III/11, Kolor Sumenep.
Ironisnya sejumlah siswa berboncengan tanpa menggunakan helm. Padahal, itu sangat membahayakan.
Mahdi, salah satu masyarakat Sumenep yang melintas menggunakan sepeda motor mengatakan, konvoi boleh-boleh saja untuk meluapkan rasa senang atas kelulusan. Namun, harus dilakukan dengan kegiatan positif, jangan sampai melakukan hal yang tidak baik, apalagi merugikan masyarakat lainnya.
"Saya merasa terganggu atas konvoi ini, kalau merayakan kelulusan itu harusnya dengan kegiatan positif. Minimal dilakukan dengan hal-hal santun dan jangan merugikan orang lain," katanya, Kamis (03/05).
Dia juga menyampaikan, ada baiknya para pelajar tersebut tidak usah melakukan aksi konvoi. Hendaknya, mereka melakukan kegiatan positif seperti sholat berjamaah dan berdoa bersama di sekolah masing-masing.
"Coba yang positif saja dilakukan. Seperti bajunya di sedaqohkan kepada orang yang masih membutuhkan", ungkapnya.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Sumenep, Fajar Rahman mengaku akan menindak tegas apabila para siswa yang melakukan konvoi tersebut hingga mengganggu aktivitas warga.
"Tetap kami tindak. Apalagi sampai mengganggu kamtibmas," terangnya.
Untuk memastikan akan adanya gerakan dari para siswa, saat ini Satpol-PP Sumenep memerintahkan anak buahnya untuk melakukan pemantauan.
"Ada beberapa tempat yang sudah kami lakukan pengamanan, termasuk Taman Adipura," pungkasnya. ( Nita, Esha )