Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 08-12-2011
  • 538 Kali

Siswa SMA PGRI Sumenep Segel Pintu Gerbang Sekolah

News Room, Kamis ( 08/12 ) Ratusan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) PGRI Sumenep, terus melakukan aksi sebagai kelanjutan atas tuntutan, agar Kepala Sekolahnya, Assary bersama selingkuhannya guru matematika setempat, berinisial DV, diberhentikan tidak kunjung dipenuhi. Aksi para siswa tersebut, dilakukan pada Kamis (08/12) pagi, sekitar pukul 06.00 WIB, yakni menyegel pintu gerbang SMA PGRI dengan menggunakan dua gembok, dan batang kayu sebagai penyangga. Akibatnya, para guru keleleran dipinggir jalan sepanjang jalan KH. Mansyur, depan sekolah SMA PGRI Sumenep. Salah seorang siswa SMA PGRI Sumenep, Januar Riki mengungkapkan, aksi mogok belajar dan tidak ikut ujian semester akan dilakukan, sampai tuntutannya dikabulkan. “Kalau tidak kunjung diberhentikan, Kepala Sekolah dan selingkuhan guru metematika kami, ya kami tetap akan bertahan mogok belajar dan tidak akan ikut ujian semester. Ini demi nama baik sekolah,”kata Riki, didepan SMA PGRI Sumenep, Kamis (08/12). Setelah berlangsung 1,5 jam, pintu yang sedang tergembok itu dibuka paksa oleh aparat kepolisian yang sengaja datang kesekolah tersebut. Namun, meski pintu masuk sudah dibuka, hanya sebagian kecil saja siswa yang masuk sekolah, selebihnya memilih untuk pulang sebagai bentuk protes terhadap pihak sekolah yang tidak bijak. Sementara Wakil Kepala SMA PGRI Sumenep Bidang Kurikulum, Moh. Kamaruddin, enggan berkomentar, justru memilih untuk bungkam saat hendak dikonfirmasi terkait tindakan siswanya. “Kami tidak bisa menjawab apa-apa. Kami sudah menyerahkan semuanya kepada yayasan,”terangnya singkat. Menanggapi aksi siswa SMA PGRI Sumenep, Anggota Komisi D DPRD Sumenep, Syaiful Bahri mengatakan, mestinya tindakan para siswa itu harus menjadi acuan pihak sekolah dan dinas terkait. “Kalau memang sudah ada permintaan dari siswa dan itu dilakukan berulang kali, sebaiknya pihak sekolah dan yayasan mempertimbangkannya. Di non aktifkan saja Kepala Sekolahnya dalam jangka waktu yang tidak ditentukan,”ungkapnya. ( Nita, Esha )