News Room, Selasa ( 03/03 ) Pemerkosaan terhadap seorang siswi yang dilakukan anggota Polri terjadi di Kabupaten Sumenep, Madura. Kali ini korbannya sebut saja, Melati yang lahir tahun 1992 lalu dan masih berstatus siswi di salah satu lembaga pendidikan kejuruan di Sumenep. Melati dipaksa untuk melayani nafsu birahi mantan ajudan Kapolres Sumenep, Bripda Atn disalah satu rumah warga Desa Juluk, Kecamatan Saronggi yang diduga kuat bersekongkol dengan ulah anggota Polres Sumenep ini. Melati yang awalnya diajak jalan-jalan keliling kota dan mengunjungi salah satu rumah warga tersebut tidak curiga jika keperawanannya akan direnggut. Sebab, selain pelaku dikenal sopan, juga statusnya sebagai pacar dan sudah terjalin sejak pertengahan bulan Desember 2008 lalu. Selama pacaran, pelaku tidak pernah berbuat mesum. Bahkan, hubungan kedua manusia yang sudah dimabuk cinta ini direstui orang tua Melati, karena pelaku sopan dan selalu pamit baik-baik jika akan keluar rumah, baik siang maupun pada malam hari. Namun nasib sial menimpa Melati akhir pekan lalu sekitar pukul 20.30 WIB. Anak ke 3 dari 4 bersaudara yang bertempat tinggal di Desa Kebunan, Kecamatan Sumenep itu kehilangan masa depannya setelah dipaksa melayani nafsu birahi pacarnya di kamar berukuran 3 x 4 meter bercat oranye di Desa Juluk, Kecamatan Saronggi. Semula, pelaku layaknya bertamu biasa, namun sekitar 20 menit, pemilik rumah pamit untuk ke luar. Pada saat tidak ada pemilik rumah, pelaku mengajak ke salah satu kamar, alasannya tidak nyaman berada di ruang tamu bagian luar. Di salah satu kamar itulah, Melati diperkosa. Celana jeans dan celana dalam korban berhasil dibuka paksa oleh pelaku. Melati hanya meronta dan tak kuat melawan atau melepas pegangan erat tangan pelaku. Korban hanya bisa menangis dan tak berani berteriak, karena sempat diancam akan disakiti secara fisik jika kedengaran warga. Bahkan, akan diputus sebagai pacar jika berteriak. Pelaku juga merayu akan bertanggung jawab apa yang telah dilakukan. Usai pagar ayu Melati dibobol, pelaku mengajak pulang dan mengantarkan kembali ke rumah, layaknya tidak ada persoalan. Melati yang merasa kesakitan pada kemaluannya, dan terdapat ceceran air mani pada celana dalamnya itu, menyampaikan kejadian yang baru dialami bersama pacarnya. Spontan sang ibu marah dan tidak terima dengan perlakuan pacar puteri ketiganya dan akhirnya melaporkan kasus tersebut pada Polres Sumenep. "Pacar saya itu bejat, hanya tampangnya yang ganteng. Masak pacarnya sendiri diperkosa,"kata Melati pada detiksurabaya.com di ruang BP SMKN I Sumenep, Selasa (03/03). Melati yang didampingi guru BP meminta, agar penyidik Polres Sumenep menerapkan hukum pada tempatnya. Sebab, selain Melati kehilangan keperawanannya juga dimintai uang sebesar Rp. 500.000,00 oleh penyidik. Alasannya, dana tersebut untuk biaya penyidikan. "Orang tua saya sudah memberi uang pada penyidik untuk keperluan proses penyidikan, tapi hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya,"ujarnya sedih. Adapun barang bukti yang disita penyidik, yakni celana dalam korban yang terdapat ceceran air mani. Sementara itu Kapolres Sumenep, AKBP H. Umar Effendi, enggan berkomentar. ( Nita, Esha )