Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 07-08-2008
  • 364 Kali

SMPN I Dan M.TsN Tarate Sumenep Bentuk Kilinik Belajar

Pengembangan Pendidikan Sekolah di Sumenep terus dilakukan oleh para pengelola sekolah. Seperti halnya yang dilakukan di SMPN I dan M.TsN Tarate Sumenep. Dua Sekolah ini membuat inovasi pembelajaran bagi siswanya dengan membentuk klinik belajar di sekolahnya. Kepala SMPN I Sumenep, Drs. H Nurul Hamzah, M.Pd menjelaskan, dibentuknya klinik belajar tersebut untuk meningkatkan semangat belajar dan nalar kreatif siswa. Sebab, sejauh ini pihaknya melihat banyak potensi yang dimiliki anak didiknya belum tertampung secara optimal. Dijelaskan, dari sekitar 700 peserta didik, baru beberapa siswa saja yang menonjol potensi dirinya. Padahal, akunya kalau mau jujur semua anak memiliki potensi yang berbeda-beda. Dan potensi tersebut tidak akan berkembang jika tidak diorbitkan sejak dini.”Usia muda adalah proses pencarian jati diri. Maka, mereka harus diarahkan dulu,”ungkapnya. Klinik belajar itu memang masih dikhususkan bagi siswa baru. Alasannya, siswa baru masih belum banyak mengetahui kondisi sekolah serta untuk mengajak mereka (siswa baru) lebih konsentrasi dalam belajar. Menurut pihaknya terus berusaha melengakapi kebutuhan klinik tersebut. Baik usaha peningkatan fasilitas dan pengelolaannya. Sedangkan untuk optimalisasi kilinik belajar, pihaknya menugaskan beberapa guru untuk selalu mendampingi anak didik (siswa) dalam setiap kegiatan di klinik tersebut. Ditambahkan Nurul, keberadaan kilinik belajar murni karena ingin merangsang minat belajar, nalar kreatifitas dan keoptimisan anak dalam menentukan pilihan. Selain itu, klinik belajar tersebut akan memberi pengalaman baru bagi sejumlah anak didiknya. ”Klinik belajar semacam kegiatan non formal yang mulai diprioritaskan mencetak siswa berbakat. Kegiatan di dalamnya lebih menekankan pada praktek., seperti anak didik diajari berpidato menggunakan dua bahasa, mengoperasikan internet dan menulis karya tulis. Kita yakin usaha ini akan berhasil.”jelasnya. Ungkapan senada juga disampaikan kepala M.TsN Tarate Sumenep, klinik belajar juga dilaksanakan di sekolahnya. Namun formatnya berbeda dengan di SMPN I Sumenep. Pihaknya, lebih menekannya anak didiknya untuk gemar membaca di perpustakaan. Selain itu, untuk mengembangkan apa yang dibacanya, anak didik (siswa) ditampung dalam learning club. ”Dalam learning club tersebut, siswa bisa menunjukkan potensi yang dimilikinya,”ujarnya. Dikonfirmasi terpisah anggota dewan pendidikan Sumenep, M Rusli mengungkapkan, upaya menciptakan nalar kritis harus digalakkan sejak dini. Pasalnya, usia tersebut, mental serta keinginan anak belum terkontaminasi oleh persoalan materi. “Upaya tersebut bisa berhasil jika ada peran aktif dari semua komponen, baik sekolah, masyarakat dan keluarga. Sukses anak ditentukan dari semangat orang yang ada di sekitarnya,”tegasnya. ( Ren, Esha )