News Room, kamis ( 22/10 ) Persoalan kelangkaan pupuk yang sempat terjadi pada musim tanam beberapa waktu lalu, hendaknya bisa dijadikan pelajaran bagi pelaksana distribusi pupuk kepada petani. Sebab, saat ini para petani kembali khawatir, akan kesulitan pupuk kembali, seperti sebelumnya, menghadapi musim tanam yang kemungkinan dalam waktu dekat ini sudah mulai. Karena itu perlu dicarikan solusi yang baik, bagaimana menanggulangi kelangkaan pupuk dengan cara melakukan penghitungan kebutuhan petani terhadap pupuk. Sebab, jika tidak, di khawatirkan terjadinya bentrok antar petani dan pengurus kelompok tani, seperti sebelumnya. Hal tersebut diungkapkan politisi PKB asal Kecamatan Rubaru, K. Abdul Hamid Ali Munir, yang juga Ketua Sementara DPRD Sumenep ketika ditemui News Room tadi siang Kamis (22/10). Menurutnya, apapun kenyataan yang ada, terkait dengan distribusi dan harga pupuk diperlukan pendekatan dan sosialisasi secara berkesinambungan tentang persoalan yang terjadi sebenarnya. “Sosialisasi, baik itu melalui penyuluh maupun para kelompok tani, sangat diperlukan, sehingga petani tidak lagi mudah menyalahkan pihak-pihak lain. Sementara kenyataan yang sebenarnya memang terkendala soal ketersediaan pupuk dan sebagainya,â€Âujar Abdul Hamid. Sebab, dengan hanya penjelasan yang ngambang dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, akan memicu ketersinggungan petani, karena hanya menjawab dengan janji tanpa kepastian, kapan memperoleh jatah pupuk bersubsidi dari pemerintah itu. Karena itu, antisipasi awal sudah bisa di lakukan jauh sebelum masa tanam, sehingga alternatif lain bisa dilakukan oleh petani, mungkin dengan cara mencari pupuk an organik maupun menyiapkan pupuk kandang dan sebagainya.( Ren, Esha )