News Room, Rabu ( 22/05 ) Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) merupakan program pemerintah yang diupayakan untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat. program tersebut dilakukan untuk memberikan stimulus bagi masyarakat, guna berkembang dengan sendirinya. Hal tersebut ditegaskan Bupati Sumenep pada kegiatan Sosialisasi PUGAR Kabupaten Sumenep Tahun 2013 di Pendopo Agung Kraton Sumenep, Rabu (22/05). Untuk itu kita harus mengubah pemikiran yang selama ini menganggap keberhasilan pembangunan itu mutlak harus campur tangan pemerintah adalah pemikiran yang sangat keliru. “Sebab, pemerintah hanya memfasilitasi, itu pun tidak akan terus menerus. ke depan, perlu ditumbuhkan kesadaran untuk pemanfaatan bantuan apapun, dengan sebaik-baiknya,”ujarnya. Yakni, dengan kerjasama yang solid, antara birokrasi pemerintah, masyarakat dan pihak terkait lainnya, agar program yang dilakukan ini, terus berlanjut dan berkesinambungan. Sehingga, secara tidak langsung juga akan berpengaruh pada berkurangnya angka kemiskinan dan terciptanya lapangan pekerjaan. Ditambahkan, salah satu indikasinya jika Sumenep berhasil mengelola program Pugar ini, salah satunya keberhasilan Sumenep dalam meningkatkan produksi garam pugar. Jika tahun 2011 sebesar 85.879 ton maka pada tahun 2012 meningkat menjadi 220.651 ton. “Karena itu bagi kelompok yang nanti diberi kesempatan mengelola dana pugar ini diharapkan agar dipergunakan sesuai peruntukannya. Dan laksanakan dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku,”tambahnya. Sementara Kepala Dinas Kelauatan dan Perikanan Kabupaten Sumenep, Ir.Moh Djakfar, M.Si menjelaskan Anggaran Pugar di Kabupaten Sumenep saat ini memang menurun. yakni dari 6,5 milyar di tahun 2012, menjadi 4,2 milyar di tahun 2013 ini. Yang berlaku secara nasional, yang dimungkinkan program tersebut sudah sukses untuk merangsang petani, sehingga lambat laun dikurangi dan dialihkan pada program lain. Pihaknya juga mengusulkan agar dana Pugar nantinya bisa diprogramkan untuk pembelian geo membrane, semacam karet yang dihamparkan pada tambak, untuk mempecepat proses produksi garam. “Sebab, diakui Djakfar, dengan alat tersebut hasil produksi garam dan kwalitasnya akan meningkat signifikan, seperti yang sudah diuji coba pada tahun 2012 lalu.“tambahnya. ( Ren, Esha )