Media Center, Jumat ( 04/08 )
Masih maraknya praktek kecurangan dalam proses penerimaan Calon Pegawai
Negeri Sipil (CPNS) tahun ini, membuat Kementerian Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), membuat strategi
baru dalam mengatasinya.
Untuk menghilangkan praktek kecurangan itu,
Kemenpan RB menggandeng Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) guna
mengantisipasi segala bentuk kecurangan yang mungkin terjadi dalam
proses penerimaan CPNS di tahun 2017.
"Inilah maksud kami menggandeng
Lemsaneg untuk mengantisipasi kecurangan yang terjadi di dalam
prosesnya. Nantinya akan ada metode enkripsi, ini yang digunakan untuk
memproteksi data-datanya,"kata Asisten Deputi Koordinasi dan Pemantauan
Pelayanan Publik Wilayah II KemenPAN-RB, Jeffrey Muller di Mataram,
Kamis kemarin (03/08).
Jeffrey Muller mengungkapkan hal itu saat
berkunjung ke Mapolres Mataram bersama tim dari KemenPAN-RB dalam rangka
mengevaluasi sistem pelayanan publik yang telah berjalan.
Untuk
tahun 2017, KemenPAN-RB menyiapkan kursi CPNS di lingkup Kemenkumham dan
Mahakamah Agung yang pendaftarannya telah resmi dibuka pada awal
Agustus 2017 melalui sistem online.
"Proses seleksinya nanti kita
gunakan aplikasi yang namanya CAT (Computer Assisted Test). Dengan
aplikasi ini, tidak ada lagi yang bisa berbuat curang, hasilnya bisa
langsung terbaca, on real time,"ucapnya.
Karena itu, untuk
mengantisipasi tindak kejahatan di dunia maya yang makin merebak di
tanah air, KemenPAN-RB mengajak Lemsaneg untuk memproteksi sistem.
Termasuk mengajak para penggiat IT untuk memantau pelaksanaannya.
"Selain
menggandeng Lemsaneg, kita juga mendapat bantuan dari teman-teman
penggiat IT. Ini salah satu upaya kita dalam mengantisipasi
kecurangan,"ujarnya.
Dengan adanya pengawasan di dunia maya ini,
Jeffrey optimis bahwa proses penerimaan CPNS di tahun 2017 akan berjalan
lancar dan tentunya memberikan kemudahan bagi para pesertanya.
"Jadi
hasil tesnya tidak perlu menunggu lama lagi. Begitu selesai ikut tes,
orang itu bisa langsung mengetahui hasilnya, apakah dia lulus atau
tidak,"kata Jeffrey. ( BC, Esha )