News Room, Rabu ( 03/10 ) Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada bulan September 2012, berdasarkan data di Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, bahwa daerah setempat mengalami deflasi sebesar 0,56 persen. Sedangkan untuk Jawa Timur terjadi inflasi 0,02 persen dan Nasional juga mengalami inflasi 0,01 persen. Kasi Distribusi BPS Sumenep, Drs. Kadarisman menjelaskan, deflasi Sumenep pada September 2012 kemarin, terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks beberapa komoditas. "Penurunan itu terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 2,19 persen. Kemudian kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,02 persen, serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,14 persen. Adapun komoditas penyumbang deflasi di bulan September, adalah daging ayam ras, tongkol pindang, daging ayam kampung, tongkol, telur ayam ras, tahu mentah, ikan layang, tempe, cabe merah dan gula pasir,"kata Kadarisman, Rabu (03/10). Dari 7 kota IHK di Jawa Timur, kata Kadarisman, 6 kota diantaranya mengalami deflasi, sedangkan 1 kota lainnya mengalami inflasi, yakni Kota Malang sebesar 0,52 persen. "Untuk deflasi tertinggi diraih Sumenep sebesar 0,56 persen. Selanjutnya diikuti Probolinggo sebesar 0,35 persen, Madiun 0,15 persen, Surabaya 0,04 persen, Jember 0,03 persen. Dan deflasi terendah terjadi di Kediri sebesar 0,02 persen,"terangnya. Kadarisman mengungkapkan, laju inflasi tahun kalender dari Januari hingga September 2012, Sumenep menduduki posisi pertama dibandingkan Jawa Timur dan Nasional. "Inflasi kalender tahunan ini, Sumenep sebesar 4,42 persen, Jawa Timur 3,55 persen, dan Nasional sebesar 3,49 persen,"ungkapnya. Bahkan, laju inflasi year on year (September 2012 terhadap September 2011), Sumenep juga berada diposisi teratas sebesar 6,05 persen, baru kemudian Jawa Timur 4,51 persen dan Nasional 4,31 persen. ( Nita, Esha )