Sumenep-Kominfo News Room : Tahun 2007, program pemberdayaan perempuan di Jatim ditekankan pada tiga program utama. Pertama, peningkatan kualitas hidup, kesejahteraan serta perlindungan perempuan dan anak; kedua, penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender dan ketiga, penyelenggaraan perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Propinsi Jatim, Soenyono, SH, MSi pada rakor Pemberdayaan Perempaun se Jatim di Hotel Utami Juanda Sidoarjo, Selasa (27/03) mengatakan, peningkatan kualitas hidup, kesejahteraan serta perlindungan perempuan dan anak meliputi Pemberdayaan Perempuan Pengembangan Ekonomi Lokal (P3EL) di 38 Desa/Kelurahan pada 38 Kabupaten/Kota se Jatim, memfasilitasi pemberdayaan perempuan menuju keluarga sehat (P2W-KSS) serta peningkatan kualitas hidup perempuan. Penguatan kelembagaan pengarus utamaan gender meliputi peningkatan peran perempuan dalam pengambilan keputusan, fasilitas jaringan kerja perempuan serta pemberdayaan lembaga berbasis gender. Program penyelenggaraan perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan meliputi bantuan operasional Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Jatim dan fasilitasi pembentukan PPT bagi korban tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten/Kota. Selain tiga program utama, ada empat program penunjang yakni keserasian kebijakan peningkatan kualitas perempuan dan anak, penyusunan profil gender dan database, monitoring dan evaluasi tentang pengarusutamaan gender dan makanan serta Pemberian Makan Tambahan Anak Sekolah (PMTAS). Berhasilnya pembangunan di bidang pemberdayaan perempuan tergantung dari komitmen stakeholder untuk saling koordinasi dan peka terhadap kondisi perempuan. Selain itu, perlu adanya optimalisasi program peningkatan kualitas hidup perempuan serta jaringan kerja pemberdayaan perempuan baik propinsi maupun kabupaten/kota dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Tujuan pembangunan pemberdayaan perempuan yakni meningkatkan status, posisi dan kondisi perempuan agar dapat mencapai kemajuan setara dengan laki-laki serta membangun anak Indonesia yang sehat, cerdas, bertaqwa serta terlindungi. ( JNR, Esha )