Sumenep-Kominfo News Room : Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Prof. Bambang Sudibyo menargetkan pada akhir tahun 2009, angka buta aksara di Indonesia akan turun menjadi 5 prosen. Khusus untuk Jatim, Gubernur Jatim, Imam Utomo menargetkan akhir tahun 2007, Jatim bebas dari buta aksara. "Kami bertekad untuk menurunkan angka buta aksara dari 10,21 prosen pada tahun 2004 menjadi 5 prosen pada tahun 2009 nanti," Kata Bambang Sudibyo pada peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) ke 41 tahun 2006 di Alun-alun Kabupaten Probolinggo, Sabtu (09/09). Untuk mewujudkan program itu, maka setiap tahun harus memelek aksarakan sekitar 1,5 juta orang. Hingga pertengahan 2006 ini, jumlah buta aksara telah turun menjadi 8,30 prosen. Strategi yang digunakan adalah dengan upaya pemberantasan melalui kerjasama dengan organisasi sosial terutama organisasi wanita. "Karena sebagian besar buta aksara ini dialami oleh kaum perempuan. Organisasi yang ditunjuk antara lain PKK, Muslinat NU, Aisyiyah, dan Kowani," jelasnya. Saat ini, jumlah buta aksara di seluruh dunia berjumlah 771 juta orang, dan 8,32 prosen atau 13,2 juta orangnya berada di Indonesia. Jumlah ini masih lumayan dibanding dengan India yang hampir separuh penduduknya masih buta aksara, bahkan negara adidaya Amerika Serikat masih mempunyai 11 prosen penduduk yang belum melek aksara. Hambatan yang dihadapi dalam pemberantasan ini adalah masih banyaknya siswa putus sekolah kelas 1,2 dan 3 yang disinyalir buta aksara baru, kondisi geografis yang luas serta kemiskinan yang terus meningkat. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2005 menyebutkan, kondisi penduduk buta aksara di Indonesia untuk usia 15 tahun keatas sebanyak 14, 5 juta jiwa (9,55 prosen), usia 15-24 tahun sebanyak 520 ribu orang, usia 25-44 tahun 2,99 juta jiwa (4,44 prosen) dan usia 45 tahun keatas 11,07 juta jiwa (23,22 prosen). Sementara itu Jawa Timur merupakan kantong buta aksara terbesar di Indonesia. Untuk usia 7-15 tahun berjumlah 4,5 juta dan usia 16-44 tahun sekitar 740 ribu orang, sehingga jumlah itu sama dengan 29 prosen dari keseluruhan penduduk buta aksara di Indonesia. Meski menjadi penyumbang buta aksara terbanyak, Gubernur Jatim bertekad pada akhir 2007 akan menuntaskan buta aksara. Keoptimisan ini didasari karena Imam Utomo baru saja mendapatkan penghargaan Anugerah Aksara bersama tiga Gubernur lainnya, yakni dari Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan. Penghargaan tersebut diperoleh karena dianggap sebagai Propinsi yang sukses melaksanakan program pemberantasan buta aksara. Lima Kabupaten di Jatim yang memiliki angka buta aksara terbesar, yaitu Jember, Sampang, Sumenep, Probolinggo, dan Malang. "Upaya yang telah ditempuh oleh Pemprop untuk memberantas hal ini adalah dengan bekerjasama dengan lembaga kemasyarakatan, seperti Aisyiyah, Fatayat, dan PKK. Selain itu, untuk di Madura dilakukan pendekatan dengan menggunakan bahasa daerahnya," kata Imam.( JNR,Esha )