News Room, Kamis ( 26/07 ) Gara-gara tidak naik kelas tanpa alasan jelas, seorang siswa kelas 1 SMA Negeri 2 Sumenep, Helmi Abdul Azis, Kamis (26/07) siang, mendatangi Bupati KH. A. Busyro Karim, M.Si untuk mengadukan nasibnya. Helmi yang merupakan anak kedua dari 4 bersaudara, dari pasangan Suwarto dengan Sri Wahyuni, nekad mendatangi Bupati Sumenep, karena tidak terima atas tindakan para guru maupun Kepala Sekolahnya, yang tidak menaikkan ke kelas 2, dengan alasan perilakunya tidak memiliki moral. “Ini adalan pilihan terakhir saya untuk bertemu Bupati Sumenep. Saya ingin mencari keadilan, dan meminta Bupati memberikan solusi bagi saya. Seharusnya saya sudah naik kelas 2, tapi karena persoalan itu saya tidak naik kelas,”kata Helmi, di Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, Kamis (26/07). Selain itu, kata Helmi, dirinya juga dituduh telah menggelapkan uang buku milik siswa kelas I-8 senilai Rp. 4.577.000,00. Padahal, uang tersebut sudah disetor pada petugas Koperasi Siswa (Kopsis), namun tidak diakui. “Saya memang ketua Kelas I-8, dan dipercaya memegang uang buku. Saya tidak punya bukti kwitansi, namun ada saksi teman saya. Karena, kebetulan saat menyetor uang tersebut, saya buru-buru dipanggil teman karena ulangan harian dimulai. Jadi, saya tinggal begitu saja. Tapi, ketika selesai mengikuti ujian dan kembali ke kopsis, ternyata sudah tutup. Dan, keesokan harinya saya mencoba minta kwitansi bukti pembayaran, petugas kopsis mengelak tidak mengaku menerima uang tersebut,”terangnya. Helmi mengaku tidak terima tidak naik kelas dan dugaan penggelapan uang siswa kelas I-8. “Nilai saya tidak pernah memperoleh angka 5. Paling rendah 7. Saya aktif, dan didaulat menjadi ketua kelas I-8, serta menjadi pengurus Osis SMAN 2 Sumenep. Jadi, apa kesalahan saya sehingga tidak naik kelas?. Hanya itu yang saya perjuangkan,”ujarnya. Kedatangan Helmi, langsung disambut Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim. “Terkait tidak naik kelas adik Helmi, secara pribadi saya tidak bisa berbuat apa-apa. Itu merupakan otonomi sekolah. Tapi, saya akan berusaha melakukan klarifikasi terhadap pimpinan SMAN 2 Sumenep,”tegas Bupati. Bupati mengatakan, pihaknya sudah menginstruksikan Dinas Pendidikan Sumenep, agar segera memanggil Kepala SMAN 2 Sumenep, guna mengklarifikasi persoalan tersebut. Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, H. Achmad Masuni, SE, MM mengungkapkan, pihaknya sudah mengagendakan pertemuan dengan Kepala SMAN 2 itu, yang dijadwalkan pada Senin (30/07) pekan depan. “Sebenarnya kami sudah memanggil Kepala SMAN 2 bersama tenaga pendidiknya. Mereka punya alasan tidak menaikkan Helmi. Jadi, kami tidak punya hak apapun, tapi kami sarankan segala keputusan harus dipertanggung jawabkan. Karena Helmi punya hak untuk membela keputusan tersebut,”ungkapnya. H. Masuni berharap, pihak SMAN 2 Sumenep memiliki bukti atas alasan tidak menaikkan Helmi dari kelas 1 ke kelas 2. ( Nita, Esha )