Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-07-2010
  • 793 Kali

Tekuni Dunia Barang Kuno Kuasai Penjualan 3 Negara

News Room, Senin ( 05/07 ) Banyak jalan menuju Roma, istilah tersebut yang selalu dipegang oleh Pedagang Barang Kuno dan Antik di Sumenep, Najib Al Hadad, dalam menjalani usahanya. Meski kondisi bangsa Indonesia dirundung krisis moneter berkepanjangan, namun usaha yang dirintisnya selama 32 tahun itu, tetap berjalan lancar. “Alhamdulillah, dengan ketekunan dan berbagai cara yang saya lakukan, usaha menjual barang kuno dan antik ini lancar-lancar saja. Bahkan, saat ini penjualannya sudah menjangkau 3 negara, yakni Amerika, Kores Selatan dan Prancis,”kata Najib, pada wartawan di kantornya, Senin (05/07). Ia menjelaskan, pihaknya selalu menjaga keaslian barang kuno dan antik tersebut. “Kriteria itu ditentukan dari ketuaan cat dan kayu. Rata-rata saya mengumpulkan barang kuno dan antik usianya diatas 100 tahun, tapi minimal usia barang 75 tahun. Sebab, kalau usia barang dibawah 50 tahun, kebanyakan kurang diminati oleh warga asing,”ujarnya. Barang kuno dan antik itu, kata Najib, sebagian besar didapat dari warga yang bermukim di pesisir pantai, utamanya di wilayah Kepulauan Sumenep. “Salah satu contoh tempat tidur yang bercorak perpaduan etnik Sumenep dan China peninggalan jaman kerajaan, saya dapat di wilayah Pulau Sapudi. Dan, harganya cukup fantastis bisa tembus Rp. 65 juta,”ungkapnya. Najib mengungkapkan, barang kuno dan antik yang dimilikinya, dalam waktu dekat ini, bakal dipamerkan di Jakarta. “Ini berkat kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep, dan demi melestarikan peninggalan barang jaman kerajaan maupun pemerintahan Belanda dulu. Karena, saya juga mempunyai lemari bercorak peninggalan Belanda, namanya Van Der Pool, yang harganya bisa mencapai Rp. 25 juta lebih,”terangnya. ( Nita, Esha )