Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 12-11-2011
  • 743 Kali

Tekuni Usaha Barang Antik, Sebagai Tempat Mengais Rezeki

News Room, Sabtu ( 12/11 ) Usaha barang antik bagi Agus (41) warga Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota Sumenep merupakan hobby sekaligus tempat untuk mengais rizki. Karena itu, pahit getirnya dalam usaha barang antik, menjadi cambuk untuk terus berkarya dan mencari peluang. “Mungkin bagi pengusaha barang antik yang tidak jalan atau macet, mereka yang hanya coba-coba saja ketika musim orang mencari barang antik dan harganya mahal,”ujarnya. Namun, tegas Agus, cukup banyak dari mereka yang akhirnya gulung tikar. Meskipun diakui tidak sedikit pula yang akhirnya sukses hingga usaha berkembang dan sudah memiliki jaringan dimana-mana. Pria kalem ini mengaku sudah 10 tahun lebih menjalani usaha barang antik, dan saat ini sudah memiliki langganan tidak hanya di dalam negeri, namun dibeberapa negara seperti Amerika, India, Mesir, Singapore, dan masih banyak lagi sudah menjalin mitra dengannnya. Termasuk pula para pelanggan dari kalangan pedagang maupun pembeli biasa yang ada di Bali dan sejumlah daerah di Indonesia. Karena itu, Agus mengaku tetap menjalin hubungan yang baik dengan para mitranya agar usahanya terus menjalan lancar. “Namanya wiraswasta mas, kan harus banyak menjalin kemitraan, ini baru ada pesanan dari Bali yang menghubungi via handphone,”ujarnya sampil menunjukkan panggilan masuk di handphone yang baru diterimanya. Untuk sukses diakui Agus, tidaklah mudah, namun harus sabar dan terus berjuang. Dan yang paling penting bagaimana menjalaninya dengan rasa sukacita, sehingga disamping mendapat hasil juga kepuasan bathin. Ditanya mengenai harga barang antik yang menjadi usahanya, menurut Agus bervariasi, tergantung bagus tidaknya barang, serta nilai seni dan kehendak dari para pembeli. Satu barang seperti ranjang kuno bisa Rp. 40 hingga Rp. 60 juta dan seterusnya. “Intinya, tergantung keinginan para pembeli, baik yang datang langsung maupun yang melalui pesan, kalau harga oke kita kirim,”pungkasnya. ( Ren, Esha )