Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-07-2016
  • 553 Kali

Tercecer, Perlu Kerja Keras Pungut Kepingan Budaya Madura

News Room, Jumat ( 22/07 ) Harus diakui, budaya Madura sudah berserakan. Bercecer dan menjadi banyak kepingan yang tidak utuh, sehingga diperlukan kerja keras untuk kembali memungutnya, agar menjadi utuh kembali. 

“Ini efek gempuran beberapa jaman,”kata salah satu pemerhati budaya di Sumenep, RB. Moh. Muhlis, pada Media Center. 

Gus Muhlis mengutip RP. Abd. Sukur Notoasmoro, bahwa Madura mengalami sedikitnya 4 jaman sebelum masa sekarang. Meski di beberapa jaman itu masih ada kebersamaan untuk merawat kebudayaan Madura. 

“Jadi memang harus diakui, dulu yang merawat budaya dan seni Madura itu adalah kalangan bangsawan. Tapi, bukan berarti masyarakat umum tidak dilibatkan. Mereka sama-sama punya tanggung jawab,” tambahnya. 

Namun karena perbedaan strata, maka sekat antara 2 kalangan itu ada, sehingga kebersamaan itu kadangkala pecah. Namun, harus diakui peran kalangan bangsawan tidak sia-sia. 

“Karena di sana itu lahir tata krama pergaulan yang sangat tinggi, sehingga Madura dikenal sebagai masyarakat yang berbudaya tinggi dengan nilai moral andhap asor-nya,”kata gus Muhlis. 

Tapi efek runtuhnya sistem keraton dan desakan demokrasi membuat budaya Madura seakan kehilangan arah. Budaya dan seni Madura mulai berserakan dan berceceran. 
“Nah, ini harus ada kerja keras, kerja sama, dan sama kerja,”tutup guru di salah satu SD di Kangayan ini. ( Farhan, Esha )