Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 22-05-2008
  • 554 Kali

Terimbas Kenaikan Harga Minyak Dunia, Rupiah Melorot

News Room, Kamis ( 22/05) Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antar bank Jakarta, Kamis (22/05) pagi turun 25 poin ke posisi Rp. 9.317,00/Rp. 9.322,00 per-dollar AS. Pemicunya, pelaku pasar terus memburu dollar AS akibat kenaikan harga minyak mentah dunia. "Kenaikan harga minyak mentah dunia yang mencapai 135 dollar AS per-barel (sebelumnya 130 dollar) merupakan alasan utama bagi pelaku pasar untuk membeli dollar," kata Direktur Retail Bank Mega Tbk, Kostaman Thayib di Jakarta, Kamis, sebagaimana dikutip dari Antara. Menurut dia, pelaku pasar membeli dollar AS untuk memenuhi kebutuhan dalam pembelian minyak mentah dari luar, karena peluang untuk kembali naik masih sangat besar. Kostaman mengatakan, rupiah diperkirakan akan bisa mendekati angka Rp. 9.400,00 per-dolar AS, karena sentimen negatif yang muncul cukup kuat menekan rupiah. Memburuknya pasar regional akibat merosotnya bursa Wall Street juga memberikan pengaruh negatif pasar, meski pemerintah saat ini akan melantik Boediono sebagai Gubernur BI menggantikan Burhanuddin Abdullah. Pasar optimistis atas pengangkatan Boediono yang akan dilaksanakan di Mahkamah Agung, karena kredibilitasnya yang tinggi dan mempunyai pengalaman luas yang memberikan kepercayaan terhadap pasar, tuturnya. Rupiah pada sore nanti diperkirakan tetap melemah di atas angka Rp. 9.300,00 per- dollar AS, karena perburuan mata uang asing itu masih tinggi. Apalagi aksi demo mahasiswa menolak kenaikan harga BBM masih terjadi, yang membuat pelaku lebih cenderung membeli dollar AS. Sementara itu, dollar AS terhadap euro melemah mencapai 1,5802 akibat keluarnya data sentimen bisnis Jerman dan juga menguat harga minyak mentah dunia yang diperkirakan akan bisa mencapai 141 dollar AS per barel. ( Kompas, Esha )