Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 12-01-2012
  • 566 Kali

Terlantar Dipelabuhan, 5 Penumpang Kepulauan Sakit

News Room, Kamis ( 12/01 ) Setelah tujuh hari terlantar dipelabuhan Kalianget, akibat tidak adanya kapal yang beroperasi kekepulauan Sumenep dikarenakan cuaca ekstrem, menyebabkan lima orang penumpang kapal kepulauan setempat, sakit. Namun, para penumpang yang menderita demam, batuk dan pilek, hanya bisa pasrah tanpa berobat. Karena, mereka sudah kehabisan bekal. Salah seorang penumpang yang sakit asal Kangean, Ali Hasan mengaku kecewa terhadap pelayanan dipelabuhan Kalianget, karena tidak ada tenaga medis bertugas disaat para warga kepulauan terlantar menunggu jadwal kapal. “Kami hanya minta pada Pemerintah Kabupaten Sumenep, agar mensiagakan tim medis dipelabuhan Kalianget. Syukur kalau disetiap kapal juga disertakan tenaga medis,”kata Ali, sambil duduk diruang tunggu Pelabuhan Kalianget, Sumenep, Kamis (12/01). Adanya penumpang kapal sakit, mengundang perhatian anggota Fraksi Keadilan Demokrat (FKD) DPRD Sumenep. Para wakil rakyat itu, akhirnya mengunjungi para penumpang bersama Dinas Kesehatan Sumenep. Juru bicara FKD, Nur Asyur menjelaskan, pihaknya sengaja mengajak Dinas Kesehatan ke lokasi Pelabuhan Kalianget, guna memberikan pengobatan secara gratis pada penumpang yang sakit. “Informasi adanya penumpang sakit baru kami terima Kamis (12/01) pagi. Sehingga kami langsung turun kelokasi bersama Dinas Kesehatan,”terangnya. Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr Jetty Nurdiyah Ningrum mengungkapkan, kedatangannya kepelabuhan kalianget memang untuk memeriksa penumpang yang sakit. “Kami membawa dua dokter dan enam para medis terdiri dari perawat dan bidan, guna mengobati penumpang yang sakit serta memeriksa kesehatan penumpang lainnya. Bidan kami juga bawa, karena penumpang ada yang hamil. Jadi, perlu diperiksa kesehatan kehamilannya. Bagi yang sakit, kami langsung beri obat secara gratis,”ungkapnya. Sejak Jumat (06/01) malam hingga Kamis (12/01) pagi, aktivitas pelayaran diperairan Sumenep dihentikan akibat cuaca ekstrem. Sesuai pemberitahuan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) maritim Perak, Surabaya, tinggi gelombang mencapai 4 meter, sehingga Administrator Pelabuhan (Adpel) Kalianget, tidak memberikan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). ( Nita, Esha )