News Room, Rabu ( 04/05 ) Gara-gara tersangkut ranting pohon, seorang pemuda lulusan SMA, Riskiyanto (18), warga Desa Bilangan, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, tewas tercebur laut. Paman korban, Atnawi, mengatakan, mayat korban ditemukan di perairan Saroka, Kecamatan Saronggi, setelah dilakukan pencarian selama sekitar 36 jam, yang dibantu aparat Satpol Air, Polres dan Polsek. “Saat ditemukan, kondisi korban sudah bengkak dan membiru karena dua hari tenggelam,”kata Atnawi, pada wartawan dilokasi, Rabu (04/05). Atnawi menceritakan, peristiwa tragis itu, terjadi saat keponakannya hendak berangkat ke Situbondo, pada Senin (02/05) malam, dengan menumpang Perahu Motor ‘Se Kapten’, dari pelabuhan rakyat Nambakor, Kecamatan Saronggi. “Korban mau mengantarkan pesanan 30 bibit cemara udang ke Situbondo. Selama diperjalanan, korban duduk diatas dek perahu bersama seorang penumpang lainnya,”terangnya. Namun, kata Atnawi, perahu baru berlayar sekitar 1 kilo meter, atau disekitar buju’ Nyadar, korban tersangkut ranting pohon yang menjulur ditengah laut hingga terjatuh. “Mengetahui hal itu, penumpang yang ada disebelah korban pun langung berteriak, memberi tahu nahkoda dan ABK kalau ada penumpang jatuh. Perahu pun langung kembali, berusaha mencari korban di sekitar TKP korban jatuh,”ujarnya. Pencarian terhadap korban usai terjatuh terpaksa dihentikan, karena hari sudah gelap, dan dilanjutkan keesokan harinya, pada Selasa (03/05). “Pada hari Selasa (03/05), pencarian dilakukan bersama aparat Satpol air, polres dan polsek. Sehari itu dicari sampai ke Tanjung, bahkan dilakukan penyelaman, korban belum ketemu. Baru Rabu (04/05) pagi, ada informasi dari warga, jika ditemukan mayat di daerah Saroka kecamatan Saronggi. “Waktu dilihat, ternyata benar, mayat Riskiyanto. Petugas langsung mengevakuasi korban dan dibawa ke kamar jenazah RSD dr. H. Moh. Anwar Sumenep untuk divisum. Setelah itu, mayat diserahkan pada keluarganya untuk dikebumikan,”ungkapnya. ( Nita, Esha )