Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 18-07-2011
  • 1147 Kali

Tetap Semangat Perjuangkan Berdirinya Ponpes Al-Hikmah

News Room, Senin ( 18/07 ) Perjuangannya untuk mengembangkan lembaga Pesantren dan Pendidikan, KH. Nasiruddin Hadits tidak pernah pupus. Bersama salah seorang putranya, Drs. KH. Bushairi, M.Pdi di tahun 1984, yang juga kandidat Doktor di IAIN Sunan Ampel Surabaya, membentuk Yayasan untuk membina TPA dan MI, dan membentuk kesenian berupa gambus untuk santri putra dan Samroh untuk santri putri. “Syukurlah, perjuangan kami tidak sia-sia, setahun kemudian jumlah siswanya melonjak drastis hingga 350 siswa. Ternyata, kesenian tersebut sangat disenangi masyarakat, sehingga pihaknya kamipun mendatangkan pelatih khusus dari luar lembaga.”Ujar Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Al-Hikmah Desa Aeng Baja Raja, Kecamatan Bluto, Drs. KH. Bushairi, M.Pdi kepada wartawan kemarin dikediamannya. Sebenarnya, perjuangannya berawal dari 9 orang santri, laki laki 3 orang dan perempuan 6 orang di tahun 1952, KH. Nasiruddin Hadits, memapah para santri menempuh pendidikan Al-Qur’an hingga saaat itu mendirikan Taman Pendidikan Al-Qur’an ( TPA) di sebuah surau kecil, tepatnya di selatan Desa Aeng Baja Raja. Dan akhirnya, TPA mulai berkembang pesat hingga mencapai 350 orang santri di tahun 1973. Melihat kondisi santri yang sudah banyak dan lingkungan sekitar yang masih banyak anak tidak sekolah, KH. Nasiruddin Hadits, kembali mengagas dengan mendirikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahul Ulum yang artinya Pembuka Ilmu Pengetahuan. Dengan jumlah siswa pertama sebanyak 200 orang, yang dibagi atas tiga ruang kelas. Namun, badai sempat terjadi ditahun 1975 siswanya hingga tersisa hanya 50 orang karena KH. Nasiruddin Hadits sempat diisukan mengkikuti salah satu partai politik. Padahal, dia tidak pernah aktif pada partai politik apapun. Hingga ditahun 1985 kembali mendirikan Madrasah Diniyah Ula ( MDU) yang diaktifkan di siang hari dan jumlah juga mencapai 200 orang, yang hampir menyamai jumlah siswa di MI yang masuk pagi hari itu. Di tahun itu pula mendirikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) dengan jumlah siswa 148 orang. Akhirnya, dengan pertolongan Allah SWT di tahun 2004, dia bisa membuka Pondok Pesantren AL-Hikmah, dengan jumlah santri yang mukim berkisar 16 orang. Serta membuka Madrasah Aliyah (MA) dengan jumlah siswa sebanyak 42 orang. Setelah itu santri dari luar Kabupaten Sumenep, seperti Pamekasan, Sampang, Bangkalan, dan Situbondo juga banyak berdatangan. Disamping itu, berbekal pasrah dan tawakkal, lembaga kami sama sekali tidak memungut biaya apapun, dengan menggratiskan SPP, uang gedung, uang semester, uang pembangunan, uang pondok, seragam dan sebagainya mulai dari PAUD sampai MA.”tambahnya. Disamping itu diakui Kiai Busyairi, lembaganya masih bisa menanggung 25 anak yatim piatu dari segala kebutuhannya. Dan hingga saat ini PP. Al-Hikmah atau Madrasah Miftahul Ulum, mempunyai anak didik, baik yang menetap di pondok atau yang tidak menetap berjumlah 1.150 orang. Dengan fasilitas berupa ruang laboraturium computer, ruang sanggar, hadrah, gambus dan samroh dan berbagai fasilitas lain untuk menunjang kreatifitas siswa. ( Ren, Esha )