News Room, Senin ( 17/10 ) Dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Sumenep, setiap hari melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga kebutuhan pokok dipasaran setempat. Kabid Bina Perdagangan Disperindag Sumenep, Drs. Ec. Ach. Tirmidzi, MM menjelaskan, sejak tanggal 10 Oktober 2011 kemarin, secara berkelanjutan pihaknya memonitor perkembangan harga bahan pokok tiap hari di pasaran setempat. “Ini merupakan instruksi dari Disperindag Jawa Timur, yang meminta kami untuk memantau perkembangan harga bahan pokok setiap hari. Kegiatan itu, dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga dan kelangkaan barang yang beredar di pasaran, utamanya beras,”kata Tirmidzi, pada wartawan di kantor Disperindag Sumenep, Senin (17/10). Namun, kata Tirmidzi, hasil pantauan di pasar tradisional, yakni Pasar Anom Baru dan Pasar Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep, harga kebutuhan pokok, khususnya beras, dari hari kehari mengalami penurunan. “Tidak seperti perkiraan sebelumnya, justru harga beras menurun. Berdasarkan pantauan kami, pada Senin (17/10) pagi, harga beras merk Ikan Paus sekarang Rp. 197.000,00 per-25-kilogram. Harga tersebut turun dibandingkan pekan kemarin, senilai Rp. 200.000,00 per-25-kilogram,”terangnya. Tirmidzi memaparkan, penurunan harga ini hanya terjadi pada beras, sedangkan kebutuhan pokok lainnya mengalami kenaikan. “Kenaikan harga terjadi pada gula pasir, dari Rp. 9.800,00 menjadi Rp. 10.200,00 per-kilogram. Diikuti minyak goreng tanpa merk (curah), yang sebelumnya Rp. 9.200,00 sekarang naik menjadi Rp. 10.000,00 per-kilogram,”ujarnya. Selain itu, kata Tirmidzi, kenaikan harga juga dialami bawang putih, dari Rp. 6.500,00 menjadi Rp. 7.000,00 per-kilogram, dan kacang kedele, sebelumnya Rp. 6.000,00, sekarang naik sebesar Rp. 7.000,00 per-kilogram. “Sementara, daging sapi harganya tetap, yakni sebesar Rp. 60.000,00 per-kilogram, dan daging ayam kampung juga tetap, yakni sebesar Rp. 48.000,00 per-kilogram, serta daging ayam broiler tidak ada perubahan, masih bertahan di harga Rp. 24.000,00 per-kilogram,”ungkapnya. ( Nita, Esha )