News Room, Jum’at ( 06/04 ) Meskipun penjagaan petugas gabungan di SPBU, SPDN dan SPBN sudah tidak dilakukan lagi pasca ditundadnya kenaikan harga BBM per 1 April 2012 lalu, namun Tim Penanggulangan Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bahan Bakar Gas (BBG) Kabupaten Sumenep tetap melakukan pemantauan ke sejumlah lokasi pengisian BBM. Hal tersebut diungkapakan Sekretaris Penanggulangan Kelangkaan BBM Kabupaten Sumenep, Drs. H. Syaiful Bahri, M.Si, kepada News Room. Bahkan, pemantauan dilakukan di pelabuhan-pelabuhan tempat pengiriman BBM khususnya ke kepulauan di Sumenep. “Karena itu, kami juga berharap petugas Adminitrasi Pelabuhan dan Pelindo sebagai pagar terakhir pengiriman BBM ke kepulauan, hendaknya betul-betul melakukan pengecekan setiap pengiriman, sehingga diharapkan tidak terjadi pengiriman BBM diluar ketentuan,”ujarnya. Sebab, meskipun di SPBU pada pengusaha BBM sudah sesuai dengan rekom yang dikeluarkan. Namun, tidak menutup kemungkinan ada oknum yang nakal, menambah jumlah BBM diluar ketentuan. Sementara, mengenai persoalan harga BBM hingga oplosan ke pengecer, pihaknya tidak bisa menyentuh hingga kesana. Sebab, tidak mungkin mengontrol hingga 2.053 pengecer yang terdaftar. Meskipun, hanya 771 pengecer yang melakukan permohonan perpanjangan menjelang adanya kenaikan BBM. “Namun, sebenarnya perbedaan harga di pengecer nantinya pasar sendiri yang akan menetukan, jika di pengecer yang satu naik dari harga yang lainnya, maka pembeli otomatif akan pindah.”tambahnya. ( Ren,Esha )