Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 08-10-2021
  • 353 Kali

Tingkatkan Layanan Data Desa, Pemkab Sumenep Ciptakan Digdaya

Media Center, Jumat ( 08/10 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep terus berinovasi  meningkatkan kualitas pengelolaan data desa, buktinya melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) telah mengembangkan aplikasi sistem informasi desa, Data Integrasi Desa Berdaya (Digdaya).

Melalui aplikasi Digdaya itu bisa mempercepat pengelolaan data desa, seperti data kependudukan, sarana prasarana, anggaran desa sehingga pelaksanaanya bisa dilakukan dengan cepat dan akurat.

Bupati menyatakan, ketersediaan data yang lengkap sangat penting untuk membantu pemerintah dalam membuat kebijakan yang tepat sasaran dan mendistribusikan pelayanan dengan baik.

Terlebih lagi, berbagai daerah berlomba-lomba memanfaatkan data menggunakan skema big data untuk mendukung perencanaan pembangunan, mulai dari perencanaan pelayanan publik hingga akses terhadap pelayanan kesehatan.

“Jadi, ketersediaan data desa di profil desa juga memudahkan Pemdes dalam perencanaan dan penganggaran dalam bentuk metode perencanaan partisipatif, analisis masalah dan potensi desa, yang berdampak pada penyusunan anggaran dan belanja desa,” kata Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, SH, MH pada Sosialisasi Digdaya Kabupaten Sumenep, secara virtual di ruang kerjanya, Jumat (08/10/2021).

Selain itu, Digdaya bisa mempercepat pelayanan desa, sebab selama ini pelayanan administrasinya konvensional sangat menyita waktu, sehingga aplikasi itu sebagai Sistem Informasi Desa (SID) guna membantu mempercepat waktu pelayanan desa, termasuk produk dokumen. 

“Jadi, sistem informasi ini jangan hanya berkutat pada input data, namun harus dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas penganggaran dan serapan Dana Desa (DD), agar dananya lebih tepat sasaran dengan adanya data yang tersedia,” imbuh Bupati.

Bupati berharap, Digdaya ini jangan berhenti pada kegiatan sosialisasi, namun ada tindak lanjut sebagai sebuah kebutuhan sistem yang diarahkan untuk mempermudah kerja pemerintahan desa.

“Jangan sampai aparatur Pemerintah Desa (Pemdes) setelah pembuatan sistem ini, seakan-akan pekerjaan sudah selesai, padahal sistem dibangun untuk mempermudah kerja selanjutnya,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala DPMD Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, S.Sos, M.Si mengungkapkan, pihaknya menciptakan aplikasi Digdaya sebagai salah satu bentuk dukungan untuk mewujudkan program smart city and smart village (kota pintar dan desa cerdas) Kabupaten Sumenep. 

“Kami ingin dengan adanya Digdaya ini hasil yang dicapai, di antaranya mempercepat pelayanan desa, pemanfaatan dana desa serta transparansi pemerintahan desa,” pungkasnya.

Sosialisasi secara virtual itu diikuti oleh seluruh camat, 330 kepala desa, calon operator desa se-Kabupaten Sumenep. ( Yasik, Fer )