Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 16-07-2026
  • 135 Kali

Asal usul Nama-nama Desa di Kecamatan Rubaru (Bagian 1)

Media Center, Kamis (16/07) Kecamatan Rubaru berada di sebelah barat daya Sumenep. Jaraknya sekira 16 hingga 17 kilometer dari pusat kabupaten. Kecamatan ini membawahi 11 desa, mulai dari Basoka, Mandala, Karangnangka, Pakondang, Matanair, Tambaksari, Banasare, Bunbarat, Kalebengan, Rubaru, dan Duko.

Nama Rubaru kemungkinan berasal dari baru (waru), yaitu nama salah satu jenis pohon. Menurut sumber Wikipedia, pohon ini dikenal sebagai pohon peneduh tepi jalan atau tepi sungai dan pematang serta pantai. Walaupun tajuknya tidak terlalu rimbun, baru atau waru disukai karena akarnya tidak dalam sehingga tidak merusak jalan dan bangunan di sekitarnya.

Bahasa Madura memang dikenal tidak menggunakan huruf “w” kecuali sebagai pelancar. Sehingga waru dilafalkan baru. Contoh lainnya, kata sawah dilafalkan saba, bawah dilafalkan baba, dan lain sebagainya.

Sementara Rubaru merupakan bentuk reduplikasi atau pengulangan kata dari baru. Karekteristik reduplikasi Bahasa Madura memang mengambil penggalan kata akhir, sehingga pengulangan kata baru-baru disebut dengan ru-baru. Diduga kuat, di kawasan ini pada masa lampau terdapat banyak pohon baru (waru). Sementara kisah lain atau folklore setempat terkait dengan alasan penamaan lainnya masih memerlukan penelusuran lebih lanjut.

BANASARE

Banasare sering disebut dan diceritakan dalam beberapa literatur kuna tentang Sumenep di masa lampau. Kawasan ini merupakan salah satu pusat pemerintahan Keraton Sumenep di abad 14. Wilayah yang dikenal dengan sebutan Keraton Banasare. Saat itu, di Jawa berdiri kerajaan Majapahit yang diperintah oleh Wikramawardana, keponakan sekaligus menantu Raja Hayam Wuruk.

Kata Banasare berasal dari Wanasari, perpaduan dari kata wana dan sari. Wana bermakna hutan, dan sari berarti pusat atau inti.

Menurut salah satu tokoh masyarakat di Banasare Fathorrahman, dahulu kala kawasan ini dikenal dengan banyaknya pohon yang rindang dan teduh, sehingga membuat nyaman orang saat singgah atau sekadar beranjangsana.

“Bahkan Raja Sumenep waktu itu, Jokotole, dikenal juga senang dengan keasrian kawasan ini, sehingga kemudian dijadikan nama tempat atau wilayah. Nama yang ditetapkan kemudian ialah Wanasari yang dalam lidah Madura, Banasare,” ujarnya kepada Media Center beberapa waktu lalu.

Bersambung.

(Han)