News Room, Senin ( 31/08 ) Merebaknya kabar mengenai Pulau Setabok Kecamatan Sapeken, Sumenep, sudah dijual pada warga asing, dinilai informasi yang menyesatkan, dan tidak benar. Salah seorang tokoh masyarakat kepulauan Sapeken, sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Abu Hurairah, Ustadz Addailami menyayangkan informasi tersebut. Karena, hingga saat ini tidak ada penjualan pulau yang dilakukan warga Sapeken, namun hanya ada transaksi pembelian lahan antara pemilik dengan salah seorang investor muslim asal Bali seluas 1 hektar, lahan tersebut rencananya akan dibangun penginapan dan tempat peristirahatan para wisatawan Timur Tengah. “Kami rasa tidak ada penjualan pulau di Sapeken, tapi yang benar adalah pembelian lahan di kepulauan Setabok. Tujuannya untuk mengembangkan wisata laut Sapeken, yang bernuansa muslim dan dikhususkan pada wisatawan Timur Tengah,â€Âterang Addailami, ketika dihubungi melalui jaringan telepon, Senin (31/08). Untuk itu, pihaknya berharap kepada para pelaku media untuk lebih mengendepankan cek in ricek sebelum merilis informasi pada publik, sehingga tidak memperburuk wilayah kepulauan yang selama ini sangat membutuhkan infrastuktur yang kuat dalam pengembangan ekonomi masyarakat. Sementara Wakil Bupati Sumenep, Drs. H. Moch. Dahlan, MM juga membantah jika Pulau Sitabok, Kecamatan Sapeken, dijual kepada warga asing. “Tidak benar kalau Pulau Sitabok itu dijual. Karena, sampai sekarang belum ada pengajuan mengenai peralihan kepemilikan status tanah kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep,â€Âungkapnya. Bahkan, kabar tentang penguasaan Pulau Saredeng Kecil oleh warga asing, Kecamatan Sapeken, juga dinilai tidak benar. Sebab, status lahan dipulau tersebut merupakan tanah negara. “Jadi, tidak mungkin tanah negara akan dijual kepada warga asing. Apalagi, pulau tersebut sangat tidak memungkinkan untuk dijadikan lokasi wisata,†ujarnya menambahkan. ( Nita, Esha )