Sumenep-Kominfo News Room : Menanggapi tagihan warga Desa Pagerungan Besar Kecamatan Sapeken, terhadap 4 poin nota kesepahaman (MoU) yang dianggap belum terealisasi, seperti halnya pengadaan jaringan listrik dan pembangunan pabrik es dengan produksi 600 balok per-hari, Wakil Bupati Sumenep, Drs. H. Moch. Dahlan, MM angkat bicara. Menurut Wakil Bupati, sebetulnya dana untuk pemenuhan nota kesepahaman itu sudah ada, yang semuanya diambilkan dari dana community development (comdev). Wakil Bupati memaparkan, bantuan untuk pengadaan jaringan listrik sebesar Rp. 600 juta, namun bantuan itu tidak diberikan dalam bentuk materi, tapi akan diberikan secara komulatif kepada masyarakat pagerungan besar, supaya dikelola sendiri, apakah akan dibelikan barang berupa meteran atau lainnya. Kemudian, untuk pembangunan pabrik es akan dikucurkan bantuan sebesar Rp. 250 juta, dengan konsekuensi dikelola secara benar oleh warga pagerungan besar. Namun, yang menjadi kendala belum dikucurkannya bantuan tersebut, pemerintah kabupaten masih menunggu perencanaan realisasi terhadap pelaksanaan bantuan tersebut. Karena, hingga sekarang perencanaan itu tidak kunjung terealisasi dari warga setempat. Wakil Bupati mengakui, memang sebelumnya warga Desa Pagerungan Besar sempat mengajukan proposal kepada Pemkab, namun karena dinilai kurang memenuhi prosedur, maka proposal tersebut dikembalikan untuk diperbaiki kembali, dengan melakukan koordinasi kepada PT. EMP Kangean yang berubah nama menjadi KEI (Kangean Energi Indonesia). Wabup menjelaskan, pemberian bantuan dari comdev itu terpaksa dilakukan berupa pengelolaan warga setempat, tidak lain untuk melatih warga Pagerungan Besar supaya tidak selalu bergantung kepada perusahaan, tapi bisa mengelola sendiri. Karena, tidak mungkin penambahan daya dilakukan, mengingat kapasitas 220 KVA itu jika diuangkan mencapai Rp. 1,5 milyar per-tahun. Wabup menegaskan, tidak selamanya bantuan itu akan diberikan, tapi bantuan senilai Rp. 600 dan Rp. 250 juta itu hanya sekali saja, bukan tiap tahun. Karena itu, Wabup meminta kepada warga Pagerungan Besar, khususnya Tim 20 yang sempat mengunjungi Gedung Dewan pada Kamis kemarin (08/11), untuk secepatnya mengajukan proposal berupa perencanaan pengadaan, agar dana bantuan tersebut tidak hangus. ( Nita, Esha )