Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 12-09-2011
  • 1074 Kali

Turis Manca Negara Sering Datang Pada Saat Kerapan Sapi Madura

News Room, Senin ( 12/09 ) Setiap pelaksanaan “Kerapan Sapi“ di Madura, baik yang dilaksakan di Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep, seringkali didatangi turis manca negara untuk sekedar melihat dari dekat pelaksanaan tradisi Madura yang menjadi ikon Madura tersebut. Seperti halnya yang terlihat Mingu (11/09) kemarin dilapangan Kerapan Sapi Kecamatan Bluto. Tampak salah seorang turis asing Mr. Ross Lockyer yang datang dari New Zealand yang sengaja melihat kontes kerapan sapi Eks Karesidenan Bluto, sehubungan kedatangannya ke Indoensia khususnya ke Bali dan Sumenep, yang memiliki banyak tempat pariwisata dan seni budaya yang beragam. Menurut salah seorang Anggota DPRD Sumenep, Deky Purwanto, SH, kehadiran para turis asing disetiap momentum kerapan sapi merupakan kebanggaan yang sekaligus kesempatan yang tidak boleh disia-siakan begitu saja. Sebab, mereka datang ketika melihat kerapan sai Madura sangat takjub dan mengakui kekagumannya. “Itu merupakan kesempatan emas bagi Pemerintah dalam mempromosikan daerahnya, sehingga para turis itu akan terus berdatangan dan bisa menambah income bagi daerah.”ujarnya. Sebab, jika mereka yang datang takjub dengan kegiatan kerapan sapi yang menjadi budaya andalan Madura, maka mereka akan bercerita kepada yaang lain untuk melihat secara langsung kegiatan kerapan sapi Madura seperti dirinya. Dijelaskan, Kontes Kerapan Sapi Eks Kewedanan ini, memang merupakan acara tahunan. Dan untuk tahun ini, serentak dilaksanakan secara bersamaan di 4 Kabupaten dengan hari yang sama. Dan untuk di Sumenep diletakkan di lapangan Kecamatan Bluto. Sedikitntya ada 36 pasang sapi berlaga pada kerapan sapi saat itu untuk disaring 6 pemenang terbaiknya. Yakni, 3 dari golongan menang, dan 3 dari golongan kalah. Dari 6 pemenang terbaik, akan dikirim ke tingkat Kabupaten, untuk mengikuti lomba tingkat Karesidenan yang akan dilaksanakan di Kabupaten Pamekasan mendatang. “Kami berharap Pemerintah Kabupaten Sumenep sendiri melalui Disbudparpora nantinya bisa lebih memaksimalkan momentum kerpan sapi di Sumeep untuk lebih baik dengan tetap menjaga nilai-nilai budaya dari nenek moyang kita ini.”pungkas politisi PDI Perjuangan ini. ( Ren, Esha )