News Room, Rabu ( 29/12 ) Uji coba penanaman padi dengan menggunakan uji terap pemanfaatan asola sebagai pengganti unsur N yang sumbernya dari pupuk Urea di Desa Paberasan Kecamatan Kota cukup sukses dan menghasilkan produksi padi yang bagus. Bahkan, dari sisi kwalitas, tidak jauh beda dengan menggunakan pupuk-pupuk lainnya. Namun, dengan uji coba tersebut, sedikitnya mengurangi pengeluaran petani untuk pembelian pupuk yang biasa dipergunakan petani. Salah seorang mahasiswa Pertanian UNIJA Sumenep, yang juga sebagai pengurus Kelompok Tani di Desa Paberasan, Usman mengaku uji coba yang dilakukan bersama dengan rekan mahasiswa dan para pembimbingnya cukup berhasil. “Ini memang baru pertama kali dilaksanakan di Sumenep, setelah kami melihat keberhasilan para mahasiswa dan petani di Kota Malang,”ujarnya. Dijelaskan, pada kegiatan uji terap penggunaaan asola secam tumbuhan lumut di genangan air rawa-rawa, yakni menggunakan dosis 0 hingga 150 Urea secara bertahap, dengan komposisi 200 gram/meter. Dengan komposisi tersebut rupanya cukup efektif dan hasilnya sama seperti menggunakan pupuk Urea. Karena kegiatan uji coba baru dilakukan pada lahan sekitar 2 lahan dengan memakai 12 perlakuan dengan 3 ulangan. Yakni, 72 kotak pakai E-4 dengan rempah-rempah. Dengan luas lahan 3 x 3 meter lahan sewa dan 3 x 5 meter merupakan hasil kerjasama mahasiswa dengan petani setempat. Keberhasilan uji coba tersebut menurut Usman, bisa dikembangkan oleh para petani lainnya di Sumenep, sehingga bisa memberikan kemudahan bagi petani. Sebab keberadaan sola sendiri tidak terlalu sulit. Karena biasa ditemukan dipematang sawah dan rawa-rawa yang dibiarkan tergenang air dalam waktu agak lama. “Teknologi pertanian sebenarnya sangat banyak dan penting untuk terus dilakukan. Sehingga dapat lebih memudahkan dan menghemat biaya bagi petani yang terkadang kesulitan membeli pupuk,”pungkasnya. ( Ren, Esha )