Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-05-2006
  • 436 Kali

ULAMA MINTA RUU-APP SEGERA DISELESAIKAN

Sumenep-Kominfo News Room : Para Alim Ulama dan sejumlah pimpinan Pondok Pesantren di Jawa Timur meminta pemerintah untuk segera menyelesaikan Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU-APP). Hal itu disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla, menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri acara Sema’an atau menyimak Al-Qur’an di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Minggu (14/05) kemarin. Wakil Presiden mengakui, dalam pertemuannya dengan para Alim Ulama disela-sela menghadiri acara Sema’an Al-Qur’an, para Alim Ulama menyatakan harapan itu. “Saya katakan, hal itu sedang dibicarakan�, katanya. Wakil Presiden berharap, dengan doa para Kyai dan Alim Ulama, semua persoalan bangsa dapat diselesaikan. Dalam pertemuan tersebut, katanya, para ulama berharap kegiatan atau hal-hal yang sifatnya anarkhis di Indonesia dapat dihentikan dan pelakunya ditindak tegas. Wapres Jusuf Kalla hadir hadir di Pondok Pesantren yang didirikan oleh pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH. Hasyim As’ari itu untuk bersilaturrahmi dengan sejumlah Kyai dan mengikuti acara Sema’an yang dilaksanakan oleh Majelis Taklim Al-Ittihad. Turut serta dalam rombongan Wakil Presiden antara lain Menteri Agama, Maftuh Basuni serta Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah, Dr. Din Syamsudin. Sementara itu pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, KH. Ir. Sholahudin Wahid mengingatkan, apabila nantinya pemerintah dan DPR mengesahkan RUU-APP menjadi Undang-Undang, maka profesionalisme aparat kepolisian harus ditingkatkan. “Kalau kondisi kepolisian itu tidak ditingkatkan, dana operasionalnya juga tidak ditingkatkan, maka Undang-Undang itu tidak akan jalan�, kata Gus Sholah panggilan akrab KH. Ir. Sholahudin Wahid. Adik kandung mantan Presiden Abdurrahman Wahid itu menghawatirkan apabila kualitas dan profesionalisme aparat kepolisian tidak ditingkatkan, maka polisi “swasta� yang akan bergerak untuk mengawasi pelaksanaan Undang-Undang itu. Menurut Gus Sholah, yang dimaksud polisi swasta itu bisa bermacam-macam, termasuk ormas Islam. Mengenai pro dan kontra pembahasan RUU-APP, ia berharap agar bisa dikompromikan tentang pendapat yang pro atau keras sekali menentang. “Semoga dengan dihilangkannya beberapa Bab dan pasal, kompromi bisa dicapai�, katanya. Pada kesempatan itu Gus Sholah juga mengatakan bahwa menurut informasi yang diterimanya, pekan depan akan ada demonstrasi besar-besaran untuk mendukung RUU-APP. ( KCM, Esha )