Sumenep-Kominfo News Room : Setiap sesuatu pasti ada pendorongnya, yang dalam agama disebut Quwwatul Ba’id. Ada sesuatu yang menguatkan, yang menyemangati setiap sesuatu itu. Oleh karenanya kita harus tepat memilih apa pendorong tersebut. Pendorong tersebut merupakan persoalan yang samar tapi menentukan. Apalagi jika perbuatan tersebut ada sangkut pautnya dengan masalah agama. Maka pendorong yang harus dipakai adalah kecintaan kita kepada Allah dan Rasul-Nya. Memperingati kelahiran Nabi SAW tentulah didorong oleh kecintaan kepada Allah. Memenuhi panggilan-Nya, memenuhi panggilan Dzat yang paling dicinta. Setidaknya kita jangan salah memilih pendorong. Seperti beribadah karena ingin dinilai orang, merayakan Maulid karena masjid lain melakukannya, atau ber-haji karena ingin dipanggil haji. Demikian diungkapkan Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM, pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis (12/04) malam tadi di Masjid Al-Ikhlas Perum Satelit Pabian. KH. Moh. Ramdlan Siraj juga menambahkan bahwa selain ada pendorong yang tepat dan niat yang tulus perlu ditanamankan dalam hati. Tak kalah pentingnya untuk menyertai keduanya adalah cara. Jadi, ada dua aspek yang perlu ditanamankan setiap akan berbuat sesuatu, yaitu niat atau motivasi dan cara. Satu aspek tidak dipakai, nilainya tak karuan. Apalagi keduanya tidak ada, niatnya tidak benar ditunjang pula dengan caranya yang salah. Sementara itu, KH. Imam Hasyim, SH yang bertindak sebagai penceramah dalam Peringatan Maulid Nabi tersebut mengingatkan, bahwa Nabi Muhammad SAW adalah umat kualitas, bukan umat kuantitas. Dalam sejarah dituliskan, usia umat Nabi-Nabi sebelum Rasulullah adalah ratusan, bahkan ribuan tahun. Sedangkan umat Muhammad berusia antara 60-70 tahun, dan selebihnya bonus. Tapi kualitasnya tidak kalah dari umat para Nabi sebelumnya. Bahkan Nabi Musa pun “cemburu†dan ingin menjadi umat Muhammad. Rahasia kualitasnya adalah akhlaqul karimah, atau akhlaq yang baik dan terpuji. Dan ini wajib ditiru bagi mereka yang mengaku sebagai umat Muhammad. ( Sil, Esha )