Media Center, Selasa ( 03/12 ) Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan seminar pemaparan hasil penelitian arkeologi berjudul “Pulau-pulau Kecil di Utara Jawa Dalam Arus Migrasi Masa Prasejarah” di Pulau Kangean Sumenep.
Wakil Bupati (Wabup) Sumenep, Achmad Fauzi, SH mengatakan, Kabupaten Sumenep bukan hanya diberkahi keindahan alam dan budaya yang luar biasa, namun dengan geografis terdiri dari daratan dan kepulauan, tidak mustahil di beberapa daerah menyimpan misteri yang lebih banyak lagi tentang jejak sejarah masa lalu.
“Salah satu upaya mencari jawaban sejarah apa yang ada di daerah ini, hanya dilakukan melalui penelitian yang komprehensif, sehingga hasil penelitiannya bukan saja berguna terhadap Kabupaten Sumenep, namun juga sangat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan,” jelas Wabup pada pemaparan hasil penelitian arkeologi di Pulau Kangean, di Ruang Arya Wiraraja Kantor Bupati setempat, Selasa (03/12/2019).
Ia menyatakan, salah satu bukti Kabupaten Sumenep memiliki peninggalan prasejarah yakni di Pulau Kangean, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Balai Arkeologi Yogyakarta di Pulau setempat.
Badan Arkeologi Yogyakarta melakukan penelitian pada bulan April-Mei 2018 dan dilanjutkan tahap kedua pada tahun ini, menemukan jika pulau itu, diduga telah dihuni sebelas ribu tahun.
“Balai Arkeologi itu dalam penelitiannya berhasil menemukan fosil tulang binatang diperkirakan telah berusia sekitar 11.000 tahun. Fosil itu merupakan sisa tulang-belulang hewan, sisa-sisa pembakaran, yang dahulu dikonsumsi oleh manusia penghuni awal Pulau Kangean,” tutur Achmad Fauzi Wabup Sumenep.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep membuka diri kepada organisasi atau lembaga yang ingin melakukan kajian, riset dan penelitian, karena daerahnya bukan hanya yang tampak dan terbaca saat ini, namun juga masih ada yang tersembunyi dan belum terpecahkan.
“Pemerintah daerah menyampaikan terima kasih kepada Balai Arkeologi Daerah Istimewa Yogyakarta atas penelitiannya di Pulau Kangean. Mudah-mudahan, hasil penelitian kali ini berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan di tanah air,” tutur Wabup Achmad Fauzi.
Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan dokumen laporan arkeologi oleh peneliti senior Balai Arkeologi Yogyakarta, Priyatno Hadi Sulistianto kepada Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Pemuda Olahraga, Dinas Pendidikan Jawa Timur Cabang Wilayah Sumenep dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sumenep.
Sementara itu, Peneliti Senior Balai Arkeologi Yogyakarta, Priyatno Hadi Sulistianto mengungkapkan, pihaknya telah menyelesaikan penelitian di Pulau Kangean sejak seminggu yang lalu dan hasil penelitian itu wajib dipublikasikan ke semua pihak di Kabupaten Sumenep.
“Melalui seminar ini merupakan pertanggungjawaban kami tentang penelitiannya di Pulau Kangean, selanjutnya hasil seminar dan penelitian dijadikan sebuah buku untuk bahan pelajaran di dunia pendidikan dan pariwisata,” pungkasnya. ( Yasik, Fer )