Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 09-02-2011
  • 412 Kali

Wakil Bupati Sumenep Kunjungi Bayi Kembar Tiga

News Room, Rabu ( 09/02 ) Wakil Bupati Sumenep, Ir. H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Si mengunjungi bayi kembar tiga, yang lahir secara normal di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. H. Moh. Anwar setempat, pada Rabu (09/02) pagi. Wabup mengaku bangga dengan pelayanan yang diberikan rumah sakit terhadap proses persalinan ibu dengan bayi kembar tiga secara normal. “Biasanya melahirkan bayi kembar lebih dari dua itu butuh dokter spesialis, dengan biaya cukup mahal. Tapi kenyataannya, di RSD Sumenep, ibu yang melahirkan bayi kembar tiga ini gratis. Ini sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten bagi keluarga miskin,”kata H. Soengkono Sidik, di RSD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Rabu (09/02). Wabup minta warga supaya berpikiran positif bagi pelayanan di rumah sakit Sumenep. “Jangan berpikiran kalau rumah sakit tidak akan menolong warga miskin. Faktanya, ibu yang melahirkan bayi kembar tiga ini ternyata merupakan warga Kecamatan Pasonsongan, dari keluarga kurang mampu, dan tetap dilayani secara maksimal,”terangnya. Ketika akan melahirkan, kata Wabup, pihak rumah sakit langsung sigap dengan mendatangkan dua dokter spesialis kandungan dan dua dokter spesialis anak. “Alhamdulillah, ketiga bayi yang lahir secara bergantian itu selamat. Mudah-mudahan berat badan ketiga bayi kembar tersebut bisa secepatnya naik dan sehat,”ungkapnya. Bayi kembar tiga yang lahir secara normal pada Senin (07/02) malam sekitar pukul 22.00 WIB, merupakan anak kedua pasangan Zubairi (38) dan Maisunah (23), warga Dusun Pakis, Desa Rajun, Kecamatan Pasongsongan. Bayi pertama lahir seberat 1,4 kilogram, disusul bayi kedua seberat 1,6 kilogram, dan bayi ketiga seberat 1,4 kilogram. Ketiga bayi itu dilahirkan dengan proses normal tanpa operasi caesar, ditangani dokter spesialis kandungan dan spesialis anak. Selama dirumah sakit, ASI tetap diberikan pada bayi dengan cara dipompa dari payudara ibu bayi kembar ini, melalui selang. Sehingga untuk asupan nutrisi bayi tetap dari ASI. ( Nita, Esha )