Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 18-01-2008
  • 747 Kali

Warga Pulau Pagerungan Kecil Terjangkit Malaria

News Room, Jum’at ( 18/01 ) Wabah penyakit malaria mulai menyebar di kepulauan, utamanya pulau Pagerungan Kecil Kecamatan Sapeken. Terbukti, saat ini sudah ada 23 masyarakat Pagerungan Kecil itu terjangkit malaria. Anggota DPRD Sumenep asal kepulauan Kangean, Badrul Aini menuturkan, data itu berdasarkan informasi dari masyarakat Pagerungan Kecil, sehingga pihaknya langsung menghubungi Kepala UPTD Puskesmas Sapeken dr. Musaid, dan ternyata memang benar, sekarang sudah ada 3 orang pasien dirujuk ke Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM), sedangkan 20 pasien lainnya dinyatakan positif malaria. Badrul memaparkan, wabah penyakit malaria itu disebabkan karena adanya 12 galian milik perusahaan Kangean Energy Indonesia (KEI) seperti kolam, sehingga dijadikan tempat bersarangnya nyamuk malaria. Berdasarkan ilmu kedokteran, nyamuk malaria bersarang ditempat air logan, yakni air laut yang mengendap didaratan. Bahkan, Sesuai dengan data yang ada, hampir semua penduduk sekitar perusahaan tersebut merupakan suspect malaria dengan gejala panas dingin, dan saat ini masyarakat setempat resah, karena tidak ada langkah konkrit dari perusahaan KEI, padahal penyebab malaria itu diakibatkan adanya galian milik perusahaan KEI. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. Susianto, membenarkan adanya penduduk pulau Pagerungan Kecil terjangkit penyakit malaria. Karena dirinya sudah mendapat laporan dari kadernya tentang informasi tersebut, sehingga pihaknya langsung menghubungi Kepala UPTD Puskesmas Sapeken untuk segera melakukan cek ke lapangan, khususnya di sekitar perusahaan KEI. Alhasil, memang ada pasien yang positif malaria, kemudian pihaknya melakukan manajemen terapi sesuai standar kesehatan. dr. Susianto menandaskan, penanganan yang dilakukannya terhadap pasien yang dinyatakan positif terjangkit virus malaria, dengan mengambil cek darah masing-masing pasien untuk memastikan apakah terjangkit malaria atau tidak. Bahkan, pihaknya sudah menyediakan obat-obatan bagi pasien malaria tersebut. Namun, dengan langkah sigap, akhirnya saat ini lokasi tersebut sudah dinyatakan aman dari malaria. dr. Susianto menjelaskan, bahwa lokasi pinggir pantai memang sangat cepat terkena malaria, karena air dari laut yang mengalir kedaratan atau logan, kemudian mengendap di daratan, maka hal itu akan dijadikan tempat bersarangnya nyamuk malaria. ( Nita, Esha )