News Room, Kamis ( 22/03 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep meminta masyarakat untuk mewaspadai gerakan kelompok yang mengatas namakan agama melalui pemahamannya, guna menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dan negara. Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada acara koordinasi Forum Diskusi Politik Pemantapan Kebangsaan di Kantor Camat Manding, Kamis (22/03) masyarakat tidak mudah begitu saja percaya bahkan terhasut dengan dokrin-dokrin sekolompok masyarakat yang mengatas namakan agama, untuk menjadi bagian dari anggota kelompok tersebut. Itu dilakukan, karena akhir-akhir ini banyak kelompok masyarakat yang mengatas namakan agama yang menyebarkan pemahamannya dengan berbagai cara, guna menarik perhatian masyarakat, agar mau bergabung dengan kelompoknya. Padahal, tujuan kelompok tersebut ingin mengadu domba masyarakat untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa dan negara. ”Ini sebuah gerakan yang harus terus diwaspadai masyarakat, karena sekolompok ini dalam menyebarkan pemahamnnya berwajah agama, yang pada akhirnya memecah belah kita, sehingga terjadilah bentrok antar masyarakat, pembakaran dimana-mana yang mengatas namakan agama,”tegasnya. Bupati menyatakan, pihaknya menangkap gerakan sekelompok masyarakat yang menyebarkan dokrin-dokrin atas nama agama, ada skenario oleh pihak-pihak tertentu yang tidak menginginkan negara sedang berkembang menjadi sebuah negara yang kuat. Tentu saja, salah satu cara yang dilakukan untuk melemahkan negara yang sedang berkembang itu melalui adu domba masyarakat guna menghancurkannya, sehingga negara itu tidak bisa berkembang di segala bidang, dan selalu mengantungkan nasib negara pada negara super power. ”Mari kita bersama-sama berusaha maksimal sesuai tugas dan fungsinya masing-masing, untuk mewaspadai gerakan-gerakan yang ingin menghancurkan negara ini dari ancaman apapun, supaya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini tidak tergoyahkan,”ungkapnya. Sementara itu, kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Polres Sumenep, Kodim 0827 Sumenep, serta diikuti oleh Alim Ulama, Tokoh Masyarakat, Kepala Desa, dan LSM. ( Yasik, Esha )