News Room, Selasa (25/12) Diakhir tahun 2007 ini perekonomian Kabupaten Sumenep diprediksi sangat rawan. Hal itu terlihat dalam roda perekonomian selama empat bulan kedepan, yang akan diwarnai rendahnya daya beli masyarakat. Sehingga tingkat kerawanannya perlu diwaspadai oleh pemerintah Kabupaten Sumenep. Demikian diungkapkan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Cabang Sumenep, Syamsul Ma’arif. Menurut Syamsul Ma’arif, faktor utama yang mempengaruhi turunnya daya beli masyarakat akibat gagalnya hasil tani selama enam bulan terakhir, dan saat ini para petani masih melakukan musim tanam, sehingga masyarakat belum bisa melakukan transaksi jual-beli. Syamsul Ma’arif yang akrab dipanggil Encung Eyak itu menerangkan, selama ini pertumbuhan ekonomi di Sumenep masih ditunjang oleh hasil pertanian, sehingga terjadi kesenjangan ekonomi. Syamsul menandaskan, seharusnya pemerintah Kabupaten Sumenep memberikan suatu gerakan ekonomi yang tidak hanya memberikan belanja pemerintah, tapi juga memberikan belanja masyarakat. Jika belanja pemerintah ditunjang oleh Dana Alokasi Umum (DAU), maka belanja masyarakat ditunjang oleh hasil tani, yang selama ini belum ada peningkatan terhadap produk tani di Sumenep. Syamsul Ma’arif menegaskan, kondisi semacam itu seharusnya mendapat respon dari Pemerintah Kabupaten Sumenep, agar secepatnya berpikiran cerdas untuk menghindari terjadinya kesenjangan ekonomi. Kemudian, Pemkab berusaha memperbaiki pertumbuhan perekonomian Sumenep, supaya tidak hanya bertopang pada pertanian saja. ( Nita, Esha )