Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-09-2010
  • 752 Kali

Wisata Pantai Lombang Gratis, Pengunjung Semakin Ramai

News Room, Selasa ( 14/09 ) Tanpa diberlakuan tiket masuk bagi pengunjung wisata Pantai Lombang, sejak H+1 hingga hari ini pengunjung lebih banyak yang datang dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab, masyarakat tidak ingin menyia-nyiakan wisata gratisan tersebut, padahal pada hari-hari libur dan menjelang lebaran ketupat setiap tahun dikenakan tiket masuk. Bahkan, pada hari Sabtu dan Minggu kemarin pengunjung hampir menyerupai pada saat lebaran ketupat, yang biasa dilaksanakan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Apabila hingga lebaran ketupat besok tetap digratiskan kemungkinan pengunjung yang datang akan lebih 2 kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya. Menanggapi gratisan wisata Pantai Lombang tersebut, salah seorang tokoh pemuda setempat, Nawari Umam mengaku, dari sisi ekonomi masyarakat, utamanya warga setempat saat ini memang sangat merespon positif. Sebab, kapan saja ingin melihat pemandangan Pantai Lombang yang elok itu tidak perlu merogoh uang disaku. “Kalau dari sisi ekonomi masyarakat jelas ini sangat menyenangkan, meskipun mungkin dari sisi pendapatan tidak bisa memberikan kontribusi bagi daerah,”ujar Nawari. Menurut Nawari, sejak terjadinya sengketa tanah, antara masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sumenep beberapa tahun terakhir, sebenarnya telah banyak merugikan kedua belah pihak. Sebab, yang jelas keduanya mengeluarkan biaya yang tidak sedikit maupun waktu dan memeras tenaga selama proses hukum untuk memperebutkan lahan wisata ini. Apalagi, meskipun sudah ada putusan Pengadilan Negeri, masih terus terjadi gejolak yang tak kunjung selesai, hingga pada penutupan lokasi wisata dan sebagainya. Disamping juga tidak memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung, jelas membuat opini wisata Pantai Lombang yang sudah me-nasional bahkan internasional itu kurang menguntungkan. “Kami sebagai warga berharap ada solusi yang terbaik, antara pihak pemerintah dan masyarakat yang mengklaim miliknya, sehingga tidak terus berkepanjang dan tidak dapat dikelola dengan baik,”tambahnya. Mantan Pemuda Pelopor ini berharap, meskipun nantinya pengelolaannya dilakukan oleh pemerintah maupun masyarakat tidak seperti sebelumnya. Kalaupun ada kontribusi harus dikelola dengan baik dan transparan, sehingga pengelolaan wisata akan baik, dan wisatawan juga tidak mengeluh apalagi dibuat tidak merasa nyaman. ( Ren, Esha )