Media Center, Senin ( 23/01 ) Komunitas Para Sales (KOMPASS) menggelar Workshop KOMPAS Menulis di salah satu Cafe di Kabupaten Sumenep, Minggu (22/01/2017). Peserta tidak hanya dari kalangan anggota KOMPASS, namun juga menghadirkan dari berbagai unsur, mulai mahasiswa, pelaku media, PNS dan semacamnya.
Narasumber menghadirkan mantan wartawan senior Jawa Pos Group, H. Abdul Muiz serta Profesional Business Coach dan Trainer, Angelia Merry dari Surabaya. Dengan waktu yang relatif singkat kedua pemateri ini memberikan motivasi bagaimana semua yang hadir bisa menulis dengan lepas.
“Jadi apapun profesinya, pada dasarnya semua bisa menulis buku, tanpa harus berpikir panjang apa yang akan ditulis.” ungkap Abdul Muiz, yang biasa dipanggil Cak Amu ini dengan mantap.
Yang penting menurut alumni Akademi Wartawan Surabaya ini, dalam menulis berita, laporan atau membuat tulisan untuk buku misalnya, harus mengikuti kaidah-kaidah menulis yang benar, serta bisa dipertanggungjawabkan. Jadi, bukan dari hasil rekayasa atau opini pribadi.
“Memang untuk menjadi penulis diperlukan proses dengan terus belajar dan belajar, sehingga bisa menulis dengan mudah, asik dan menyenangkan.” ungkapnya.
Menurutnya, menulis bisa diawali dari nol, kosongkan pikiran sebelum menulis. Karena sebenarnya, setiap hari kita sudah biasa menulis, seperti di media sosial Facebook, BBM, WhatsApp dan semacamnya, namun bagaimana menulis punya tujuan yang akhirnya bisa dibingkai dalam bentuk buku bahkan menghasilkan.
Misalnya seseorang ingin menulis pengalaman pribadinya, bisa ditulis dengan benar dari hati apa yang memang dialami bukan rekayasa. Tidak perlu memikirkan kalimatnya tidak tersusun dengan baik dan semacanmnya, karena nantinya sebelum buku diterbitkan tentu ada editor yang bekerja.
Sementara Angelia Merry, yang mengaku sebelumnya juga sempat terjun di dunia sales, mengungkapkan, menulis memang harus dari hati. Sehingga, tulisannya nanti fokus apa yang memang seharusnya ditulis dan menarik untuk dibaca, bukan dari hasil khayalan.
“Tulisan menjadi sebuah bukti otentik apa yang kita lakukan, karena sebenarnya apapun bisa jadi tema untuk ditulis. Pohon menjadi tinta dan lautan adalah kertasnya.” ungkapnya.
Untuk menjadi seorang penulis tegas motivator Muslimah ini memang membutuhkan proses, sama seperti kita belajar naik sepeda, perlu proses, yang penting jangan pernah berhenti untuk belajar menulis. Dan yang perlu diingat, bahwa tulisan mencerminkan siapa diri kita.
Sementara Owner KOMPASS, Yudi Ananta, menjelaskan, melalui Workshop KOMPASS Menulis diharapkan nantinya bisa menambah wawasan tentang kepenulisan, karena itu pihaknya mendatangkan wartawan senior yang juga menulis buku serta motivator bisnis yang juga penulis buku.
“Khususnya bagi kami anggota KOMPASS memiliki tujuan nantinya untuk menerbitkan sebuah buku KOMPASS Menulis, yang merupakan hasil tulisan karya anggota KOMPASS sendiri.” pungkasnya. ( Ren, Fer )