Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-07-2026
  • 77 Kali

Dari Pesona Alam Hingga Wisata Religi Asta Jokotole

Media Center, Selasa ( 14/07 ) Kecamatan Manding Kabupaten Sumenep terus memikat perhatian melalui berbagai potensi desa yang dimilikinya. Salah satu yang menyimpan kekayaan budaya, sejarah, dan alam yang luar biasa adalah Desa Lanjuk.

​Selain dikenal dengan suasana agrarisnya yang asri dan produktif, Desa Lanjuk kini semakin dilirik berkat potensinya di sektor wisata religi. Keberadaan situs bersejarah yang berkaitan erat dengan tokoh legendaris Madura, Jokotole, menjadi daya tarik utama yang magnetis bagi para peziarah dan pencinta sejarah.

Daya tarik spiritual terbesar di kawasan ini adalah keberadaan situs religi yang dikeramatkan warga, yakni Asta Jokotole (atau petilasan/makam yang berkaitan dengan leluhur dan tokoh perjuangan Jokotole). Bagi masyarakat Madura, Jokotole adalah sosok raja sekaligus pahlawan legendaris yang dikenal karena kesaktian, kebijaksanaan, dan jasanya dalam membela tanah air, termasuk keterkaitannya dengan Kerajaan Majapahit.

"Setiap minggunya, terutama pada malam Jumat manis atau hari-hari besar Islam, kawasan wisata religi ini ramai dikunjungi oleh peziarah. Tidak hanya dari lokal Kabupaten Sumenep, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Timur," kata Kepala Desa Lanjuk, Hozan, saat ditemui Media Center Diskominfo Kabupaten Sumenep, di kediamannya, Selasa (14/07/2026).

Ia menambahkan, wisata religi ini tidak hanya menjadi sarana berdoa dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, tetapi juga menjadi media edukasi bagi generasi muda untuk merawat memori kolektif tentang kejayaan masa lalu Kabupaten Sumenep.

"​Selain sektor religi, Desa Lanjuk memiliki hamparan lahan pertanian yang subur. Komoditas seperti tembakau, jagung, dan singkong menjadi urat nadi perekonomian warga kami," tambah Hozan.

Menurut pria ​yang sudah dua kali menjabat sebagai Kades ini, keasrian alam perbukitan yang mengelilingi Desa Lanjuk menawarkan udara segar dan pemandangan hijau yang menenangkan, berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi desa wisata berbasis budaya yang terintegrasi dengan wisata religi Asta Jokotole.

Sementara untuk melengkapi perjalanan spiritual para peziarah, kawasan Kecamatan Manding dan sekitarnya menyuguhkan wisata kuliner tradisional yang otentik. Para pengunjung Asta Jokotole dapat dengan mudah menemukan sajian khas seperti soto sabreng dan keripik singkong.

"Soto sabreng (soto singkong) merupakan kuliner legendaris berbahan dasar singkong rebus dengan kuah kaldu kaya rempah. Sedangkan keripik singkong adalah produk UMKM warga Desa Lanjuk yang renyah dan kerap dijadikan buah tangan utama oleh para wisatawan setelah berziarah," urai Hozan.

Pemerintah desa bersama tokoh masyarakat terus bersinergi untuk menjaga kelestarian kawasan Asta Jokotole. Upaya perbaikan fasilitas penunjang, seperti akses jalan, area parkir, serta penataan tempat bagi pelaku UMKM lokal terus digalakkan agar para peziarah merasa nyaman.

​"Asta Jokotole adalah aset sejarah dan spiritual yang luar biasa bagi Desa Lanjuk. Kami berkomitmen untuk terus merawat situs ini, sekaligus mengembangkan potensi ekonomi warga melalui sektor pariwisata yang berbasis pada kearifan lokal," ungkapnya.

​Dengan perpaduan kuat antara nilai sejarah, spiritualitas, dan keindahan alam, Desa Lanjuk siap menyambut siapa saja yang ingin menyelami petualangan batin sekaligus menikmati kehangatan budaya khas Madura.

Luas wilayah Desa Lanjuk 6,41 kilometer persegi (atau setara dengan 641 hektare). Luas ini mencakup sekitar 9,31 persen dari total keseluruhan luas wilayah Kecamatan Manding sebesar 68,88 kilometer persegi. ( Fer )