Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 24-07-2026
  • 153 Kali

Kombinasi Sejarah, Wisata Alam, dan Kemandirian Ekonomi Desa Kebunagung

Media Center, Jumat ( 24/07 ) Kebunagung menjadi salah satu desa percontohan di Kabupaten Sumenep, karena berhasil mengintegrasikan nilai sejarah, potensi pariwisata alam, hingga penguatan ekonomi kerakyatan melalui BUMDes dan UMKM.

​Atas keberhasilannya melakukan berbagai inovasi pembangunan dan tata kelola anggaran, Desa Kebunagung secara resmi dianugerahi status Desa Mandiri oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) Republik Indonesia.

Kepala Desa Kebunagung, Bustanul Affa, mengungkapkan, meski selama ini Kebunagung erat dengan kawasan kompleks Asta Tinggi, sebenarnya Desa kami menyimpan jejak sejarah yang mendalam. Di balik nama besar Asta Tinggi, Kebunagung menyimpan narasi panjang jejak para raja dan bangsawan Kabupaten Sumenep.

"Terdapat makam tokoh-tokoh penting seperti Asta Tumenggung Yudanegara, Asta Kangjeng Kiai Adipati Semarang (Suroadimenggolo V) yang merupakan mertua Sultan Pakunataningrat, serta beberapa makam ulama dan pejabat kadipaten masa lalu," ungkapnya kepada Media Center Diskominfo Kabupaten Sumenep, Jumat (24/07/2026).

Selain itu, lanjut Bustanul Affa, juga ada sebuah goa bersejarah, yakni Goa Jeruk yang diyakini sebagai tempat pertapaan Raja Sumenep, Sultan Abdurrahman.

Ia menambahkan, ​Pemerintah Desa Kebunagung bersama masyarakat aktif membuka berbagai potensi alam agar bisa dinikmati wisatawan, dengan memanfaatkan aliran sungai lokal, seperti kawasan Lembung Konyek untuk arung ban (river tubing) dan wahana air.

"Kami juga mengembangkan area outbound, bumi perkemahan, jembatan gantung, dan spot bersantai berbasis lanskap alam asri," tambahnya.

​Guna menciptakan ketahanan ekonomi yang berkesinambungan, Desa Kebunagung tidak hanya bergantung pada Dana Desa (DD), melainkan mengoptimalkan peran BUMDes, UMKM dan sektor peternakan.

Bustanul Affa menjelaskan, BUMDes Kebunagung mendorong unit usaha peternakan seperti budidaya ayam petelur, untuk memperkuat pasokan pangan lokal dan menambah pendapatan desa.  

​Sedangkan dari sektor UMKM Pemdes Kebunagung membuat kawasan food court dan lapak usaha bagi warga di tiap RT sekitar lokasi wisata, untuk mendorong penjualan olahan makanan khas dan kerajinan tangan.

​"Kami terus berbenah dengan melibatkan seluruh elemen mulai dari tokoh masyarakat, pemuda karang taruna, hingga kelompok perempuan. Pembangunan desa wisata dan penguatan BUMDes ini dirancang bersama agar manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh warga," jelasnya.

​Dengan komitmen inovasi yang berkelanjutan, Pemdes Kebunagung membuktikan bahwa kolaborasi antara potensi alam, warisan sejarah, dan tata kelola ekonomi yang kreatif mampu membawa desa menuju kemandirian yang nyata. ( Fer )