Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 27-07-2026
  • 22 Kali

Petani Diimbau Tidak Panen Dini, Pengusaha Rokok Diminta Utamakan Tembakau Lokal

Media Center, Senin ( 27/07 ) Paguyuban Pengusaha Rokok (PR) Kabupaten Sumenep menyerukan agar para pengusaha rokok mengutamakan pembelian tembakau lokal, dan para petani diimbau tidak panen dini demi menjaga kualitas tembakau.

Ketua Paguyuban Ketua PR Sumenep, H. Syafwan Wahyudi, mengungkapkan seluruh perusahaan rokok di Kabupaten Sumenep diminta untuk memprioritaskan penyerapan tembakau hasil produksi petani lokal pada musim panen tahun ini. Ini dinilai menjadi kunci menjaga keberlangsungan industri hasil tembakau sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Tembakau bukan sekadar komoditas pertanian, melainkan sumber penghidupan ribuan keluarga di Kabupaten Sumenep. Sehingga, seluruh pelaku industri rokok baik skala kecil maupun besar diharapkan memiliki komitmen bersama untuk mendukung keberlangsungan usaha tani melalui penyerapan hasil panen masyarakat,” ujarnya, Senin (27/07/2026).

Dikatakan, dengan mendahulukan pembelian tembakau hasil petani Sumenep, mereka tidak samapai kesulitan mendapatkan pasar, ketika kebutuhan bahan baku industri tidak dipenuhi dari luar daerah.

Di samping itu hubungan antara petani tembakau dan industri rokok merupakan satu ekosistem yang saling bergantung. Apabila salah satu sektor mengalami hambatan, maka dampaknya akan dirasakan oleh seluruh rantai usaha pertembakauan.

Diakui pula, petani membutuhkan kepastian pasar agar hasil panennya memiliki nilai ekonomi yang baik. Sebaliknya, industri membutuhkan pasokan tembakau berkualitas agar proses produksi tetap berjalan. Dua kepentingan ini harus dipertemukan melalui kemitraan yang saling menguntungkan.

“Keberpihakan terhadap tembakau lokal bukan hanya persoalan bisnis, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial pelaku usaha dalam menjaga perputaran ekonomi daerah,” tandas, Haji Udik, panggilan akrab pemilik Brand DRT The Big Family ini.

Menurutnya, ketika industri membeli tembakau petani lokal, uang akan tetap berputar di daerah. Dampaknya tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga pedagang, buruh, hingga sektor usaha lainnya. Inilah semangat yang harus kita bangun bersama. Selain itu seluruh perusahaan rokok di dorong untuk membangun komunikasi yang terbuka dengan petani maupun kelompok tani.

Dengan komunikasi yang baik akan memudahkan penyamaan persepsi terkait standar kualitas, kebutuhan industri, pola kemitraan, hingga mekanisme pembelian yang transparan. Jadi, hubungan antara petani dan pelaku usaha tidak boleh hanya terjalin saat musim panen.

“Komunikasi harus dibangun sejak awal agar petani memahami standar kualitas yang dibutuhkan industri dan industri pun memperoleh bahan baku sesuai spesifikasi," jelasnya.

Haji Udik juga menyampaikan imbauan kepada para petani agar terus meningkatkan kualitas hasil panen. Pihaknya mengingatkan agar tembakau tidak dipanen sebelum mencapai tingkat kematangan yang optimal karena dapat memengaruhi kualitas serta harga jual di pasaran.

Apalagi tembakau yang dipanen dalam kondisi matang memiliki kualitas lebih baik, lebih diminati industri, dan tentunya memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Dan kualitas merupakan faktor utama yang menentukan daya saing tembakau Sumenep di tengah persaingan industri hasil tembakau yang semakin kompetitif.

"Jika kualitas tembakau terus terjaga, maka kepercayaan industri terhadap tembakau asal Sumenep juga akan semakin meningkat. Ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi petani maupun pelaku usaha rokok," tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, untuk terus memperkuat kolaborasi dalam membangun sektor pertembakauan yang sehat, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Sebab, apabila petani, pengusaha rokok, dan pemerintah berjalan seiring dan tidak bekerja sendiri-sendiri, akan ada sinergi yang kuat, bisa menjaga stabilitas harga, meningkatkan kualitas produksi, memperluas penyerapan tembakau lokal, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumenep.

“Semangat kebersamaan harus  terus dijaga sehingga tembakau tetap menjadi komoditas unggulan yang mampu menggerakkan roda perekonomian Kabupaten Sumenep. Jika semua pihak saling menguatkan, maka masa depan industri tembakau Sumenep akan semakin kokoh dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat," pungkasnya. ( Ren, Fer )