Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 31-01-2023
  • 923 Kali

Workshop Peningkatan Kapasitas Monitoring dan Evaluasi IKM bagi Pengawas SD di Sumenep

Media Center, Selasa ( 31/01 ) Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep bekerja sama dengan Tim Inovasi Jawa Timur melaksanakan Workshop Peningkatan Kapasitas Monitoring dan Evaluasi Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) bagi Pengawas Sekolah Dasar (SD) se-Kabupaten Sumenep, di Kedai HK, Selasa (31/01/2023).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra, S.Sos, M.Si, melalui Sekretaris Dinasnya, Sunaryanto, S.STP, M.Si, mengungkapkan, melalui Workshop Peningkatan Kapasitas Monitoring dan Evaluasi Implementasi IKM bagi para pengawas SD, yang diinisiasi oleh Inovasi Jawa Timur juga dihadiri dari perguruan tinggi UGM, semakin memantapkan peran para pengawas sekolah khususnya dalam pelaksanaan kurikulum merdeka.

"Peran pengawas dalam pelaksanaan pendidikan khususnya terkait dengan pelaksanaan Implentasi Kurikulum Merdeka tentunya sangat diperlukan demi suksesnya pelaksanaan pendidikan di Kabupaten Sumenep ini," ujar Sunaryanto didampingi Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD), Ardiansyah Ali Shochibi, ST, MT, serta Kasi Kurikulum dan Penilaian Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Buhari, M.Pd, pada pembukaan workshop tersebut.

Dikatakan, apa yang sudah dilaksanakan selama ini, tentunya bisa menjadi dasar untuk terus merubah dan bergerak bersama-sama, bagaimana menyukseskan pelaksanaan pendidikan dengan membuat sistem sebagai sebuah kategori kinerja pengawas sekolah sesuai fungsi dan tugasnya.

"Karenanya kami mengajak para pengawas untuk sukseskan program ini dengan bergerak bersama. Karena Dinas Pendidikan tidak akan berarti apa-apa tanpa kerja sama seluruh komponen, seperti para Pengawas, Kepala Sekolah, Guru dan semua warga sekolah," tambahnya.

Sementara Provincial Monitoring, Evaluation, Research, and Learning (MERL) Inovasi Jawa Timur, Triyana Damayanti, S.Sos, M.Sosio, menjelaskan, dari hasil workshop peningkatan kapasitas monitoring dan evaluasi implementasi IKM bagi para pengawas SD, nantinya ditindaklanjuti uji coba yang akan dilakukan 2 hari setelah workshop penguatan pengawas dengan mengambil sample 3 sekolah dari rekomendasi Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep sebelum instrumen benar-benar digunakan oleh pengawas.

Pelatihan tersebut diberikan oleh Tim Monitoring dan Evaluasi Kabupaten Sumenep sebagai fasilitator, yang sebelumnya mereka telah dilatih tentang konsep monitoring dan evaluasi, penyusunan logika perubahan serta monitoring plan sampai pada pengembangan instrumen dan penyajian data oleh Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) UGM yang menjadi salah satu mitra Inovasi.

"Pada workshop para pengawas sekolah mendapatkan materi bagaimana menggunakan dashboard dari pengembangan instrumen. Dashborad tersebut sebagai alat untuk melihat secara cepat kondisi sekolah, sehingga mempermudah fungsi pengawas dalam memberikan supervisi maupun monitoring pelaksanaan kurikulum merdeka,” terangnya.

Diakui, dashboard ini dipergunakan sebagai tampilan data secara cepat yang akan membantu pihak terkait, seperti pengawas maupun dinas pendidikan dalam melakukan monitoring dan update posisi sekolah binaan dalam implementasi kurikulum merdeka. Sebisa mungkin dashboard tersebut tidak akan tumpang tindih dengan dashboard Platform Merdeka Mengajar (PMM) ataupun dasboard Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur.

Workshop peningkatan kapasitas monitoring dan evaluasi implementasi IKM bagi Pengawas SD ini diikuti sebanyak 36 pengawas dan sepenuhnya dibiayai oleh APBD melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. ( Ren, Fer )